METRO SUMBAR

Sektor Pertanian di Tanahdatar Terus Dikebut

0
×

Sektor Pertanian di Tanahdatar Terus Dikebut

Sebarkan artikel ini
PANEN CABAI—Bupati Tanahdatar Eka Putra saat memanen cabai merah bersama petani.

TANAHDATAR, METRO–Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM panen perdana tanaman cabe menggunakan pupuk cair orga­nik disalah satu hamparan petani cabe di Jorong Patar Nagari Batu Bulek Kecamatan Lintau Buo Utara, Sabtu (12/2). Bupati Eka Putra yang langsung memanen buah cabe yang sudah memasuki usia pa­nen itu ungkapkan kekagumannya melihat buah cabe yang lebat dan  besar serta pohonnya juga lebih tinggi dari cabe pada umumnya itu.

“Saya datang panen cabe ke Jorong Patar ini, saya kaget ternyata pohon cabenya tinggi dan buahnya juga banyak, saya ta­nya petani kok bisa seperti ini, ternyata mereka pakai pupuk organik cair,”ucap Bupati.

Dikatakan Bupati Eka Putra setelah mendapatkan informasi dari petani ternyata dengan memakai pupuk organik cair ini lebih hemat biaya, hasil panen tinggi, masa panen lebih lama, ekonomi petani me­ningkat dan dengan menggunakan pupuk organik cair tersebut struktur tanah juga gembur dan tidak ke­ras.

“Ini juga sejalan de­ngan progran unggulan da­erah, dari 10 program unggulan (progul) empat diantaranya pada sektor pertanian, yaitu bajak gratis yang sudah launching, asu­ransi tani, asuransi ternak sapi dan kerbau, perbaikan irigasi dan subsidi pu­puk,­”ucapnya.

Dikatakan Bupati Eka Putra dengan melihat pa­nen cabe ini yang memakai pupuk cair organik tentu akan dapat juga meri­ngankan beban petani se­perti jika terjadi kelangkaan pupuk, ini dapat menjadi solusi karena juga bisa dipakai untuk tanaman padi sawah dan tanaman perkebunan lainnya.

“Upaya meningkatkan perekonomian daerah kita terus berupaya menggenjot sektor pertanian de­ngan berbagai inovasi mau­pun progul sehingga cost rendah harga jual panen tinggi dan kesejahteraan petani me­ning­kat,”ulasnya.

Rizky pemilik kebun ung­kapkan semenjak memakai pupuk organik cair itu hasil panennya me­ningkat, dan dihamparan kebun cabenya itu Rizky melakukan pola tanam tumpang sari antara ba­wang merah, jagung, tomat dan cabe.

Hal itu Ia lakukan guna menghemat pemanfaatan lahan juga untuk memacu pertumbuhan cabe dengan jagung dan hal itu ternyata menjadikan tanaman cabenya memiliki pohon yang tinggi serta buahnya pun lebat.

“Sebelumnya untuk pupuk organik cair kita berikan sebanyak tiga kali pemupukan dengan penyemprotan atau spray dan saat ini tinggal memanen cabe saja lagi, untuk bawang, tomat dan jagung sudah selesai dipanen,” ucapnya.

Dalam hal pemakaian pupuk cair tersebut dikatakan Rizky dapat mempercepat umur panen sehingga masa pemeliharaan menjelang panen lebih sing­kat dari pada pemak­aian pupuk organik biasa­nya. (ant)