METRO SUMBAR

Duta Genre, PMT untuk Ibu Hamil dan Baduta di Kota Padangpanjang

0
×

Duta Genre, PMT untuk Ibu Hamil dan Baduta di Kota Padangpanjang

Sebarkan artikel ini
SERAHKAN—Petugas serahkan pemberian makanan tambahan (PMT) kepada ibu hamil dan anak bawah dua tahun (Baduta) berisiko stunting, Minggu (13/2) di Kelurahan Kampung Manggis, Kecamatan Padangpanjang Barat (PPB).

PDG.PANJANG, METRO–Berpartisipasi dalam menekan angka stunting di Kota Padangpanjang, sebanyak 40 finalis Duta Gen­Re melakukan bakti sosial. Mereka melakukan pemberian makanan tambahan (PMT) kepada ibu hamil dan anak bawah dua tahun (Baduta) berisiko stunting, Minggu (13/2) di Kelurahan Kampung Manggis, Kecamatan Padangpanjang Ba­rat (PPB).

Kegiatan yang juga me­libatkan para ibu kader pendamping keluarga be­risiko stunting dari Kampung Manggis ini, me­nya­sar lokus wilayah Kampung Manggis, Kampung Teleng, dan Kebun Sikolos. Sebanyak 67 ibu hamil dan 24 baduta mendapatkan PMT ini.

Majelis Forum GenRe Kota Padangpanjang, Zikril Husna menyampaikan, ter­laksananya kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindu­ngan Anak (DSPPKBPPPA) dan Forum GenRe, Rumah Dadiah Yoghmi Tanah Hitam dan Tim Matching Fund Kedaireka Universitas Andalas.

Dipilihnya Kampung Manggis, katanya, karena daerah ini termasuk lokus stunting dengan jumlah anak yang berisiko stunting sebanyak 68 orang. Husna berharap melalui kegiatan ini, finalis generasi berencana (GenRe) teredukasi mengenai stunting dan bisa mempersiapkan diri sebagai calon orang tua untuk memproteksi risiko stun­ting sejak usia remaja.

“Di samping itu pengabdian yang dilakukan ini adalah salah satu bentuk kontribusi Duta GenRe da­lam menekan angka stun­ting di Padang Panjang,” sebutnya.

Ditambahkan Husna, ini juga menjadi awal gerakan kolabooasi Forum Gen­Re bersama lurah, tim pendamping keluarga kelurahan dan juga menyukseskan program pencegahan stunting.

Sebelum turun ke la­pangan, diberikan penyuluhan mengenai stunting kepada finalis Duta GenRe oleh Dr Helmizar, SKM, M.Biomed selaku ketua Matching Fund Stunting dari Universitas Andalas.

Dalam penyampaiannya Helmi mengatakan, upaya pencegahan stun­ting ini perlu dilakukan secara berkesinambungan oleh semua sektor termasuk oleh Forum GenRe.

Makanan yang diberikan merupakan suplementasi yang diperlukan ibu hamil, yang dikonsumsi sejak awal kehamilan sampai melahirkan, dan untuk anak usia 6-24 bulan, atau periode 1.000 hari pertama kehidupan.

“Makanan suplementasi ini diutamakan diproduksi dengan kearifan lokal. Sa­lah satunya dari produk olahan dadiah berupa fla dadiah yang dimasukkan ke dalam roti dan kue,” papar­nya.

Helmi berharap ini juga bisa ditindaklanjuti Pemko melalui aparatur kecamatan, kelurahan, atau sektor terkait mengenai pengadaan tambahan kepada ke­lompok ibu hamil dan usia baduta ini untuk pencegahan stunting secara konvergensi. Dengan melibatkan unsur perguruan tinggi, salah satunya Unand. (rmd)