BERITA UTAMA

Perampok Bermodus Mobil Travel Ditangkap di Kecamatan Nanggalo, Korbannya Dianiaya lalu  Ditinggal di Pinggir Jalan, Sudah 7 Kali Beraksi, Sasar Lansia

0
×

Perampok Bermodus Mobil Travel Ditangkap di Kecamatan Nanggalo, Korbannya Dianiaya lalu  Ditinggal di Pinggir Jalan, Sudah 7 Kali Beraksi, Sasar Lansia

Sebarkan artikel ini
PERAMPOK— Pelaku Ade Susanto (37) yang merupakan salah satu dari komplotan perampok dengan modus mobil travel ditangkap Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang dan dihadiahi timah panas pada kakinya.

PADANG, METRO–Sempat menjadi buronan sejak dua bulan belakangan, salah seorang penjahat yag tergabung dalam komplotan perampok dengan modus berpura-pura sebagai travel, diringkus Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang saat sedang nongkrong di Keluarhan Kurao, Kecamatan Nanggalo, Rabu (9/2) sekitar pukul 18.00 WIB.

Saat ditangkap, pelaku bernama Ade Susanto (37) bukan menyerah begitu saja kepada Polisi. Ia malah berani melawan, sehingga pelaku terpaksa dihadiahi timah panas pada kaki kiri­nya. Usai ditembak, pelaku yang langsung terpakar, dengan mudah diamankan dan kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk me­ngobati lukanya.

Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fer­nanda mengatakan, dalam melancarkan aksinya, pe­laku dibantu oleh dua re­kannya yang saat ini sudah masuk dalam daftar pen­carian orang (DPO). Selain itu, para korban yang men­jadi sasarannya sebagian besar merupa­kan wanita lanjut usia (lan­sia) yang ingin menumpangi mobil travel.

“Modus pelaku pura-pura sopir travel. Dimana di dalam travel itu sudah ada tiga orang termasuk pelaku. Setelah korban naik ke atas mobil, pelaku yang mengendarai mobil lang­sung memukul wajah kor­ban dan diikuti oleh dua orang rekannya yang du­duk di belakang mencekik leher korban,” ungkap Kom­pol Rico, Kamis (10/2).

Menurut Kompol Rico, setelah menganiaya kor­bannya, pelaku kemudian memaksa korban untuk menyerahkan barang-ba­rang berharga miliknya, baik itu perhiasan dan uang tunai. Selanjutnya, pelaku menurunkan para kor­ban­nya di pinggir jalan.

“Komplotan ini me­nya­sar korban para lansia yang ingin mengambil uang gaji pensiun. Korban ini rata-rata datang dari luar daerah. Pelaku menawar­kan diri sebagai travel ke­pa­da korban. Di dalam mo­bil, korban malah dirampok oleh pelaku dan dua rekan­nya,” jelas Kompol Rico.

Kompol Rico men­jelas­kan, penangkapan pelaku berdasarkan penyelidikan dan informasi masyarakat bahwa pelaku bernama Ade Susanto yang sudah beberapa bulan bela­ka­ngan menjadi buronan, sedang nongkrong di Kelu­rahan Kurao, Kecamatan Nanggalo. Kemudian Tim Klewang langsung menuju lokasi untuk dilakukan pe­nangkapan.

“Saat kami tangkap, pelaku yang merupakan warga Kelurahan Dadok Tunggul Hitam ini mela­kukan perlawanan, sehing­ga dilakukan tindakan te­gas terukur dengan meng­gunakan senpi petugas dan mengenai kaki pelaku,” ujarnya.

Saat diinterogas kata Kompol Rico, aksi begal tersebut sudah dilakukan sedikitnya di tujuh Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama dua rekannya Mamaik dan Lambok yang masuk DPO dengan meng­gunakan mobil Avanza war­­ na hitam.

“Dari hasil pembagian barang yang telah dicuri, pelaku menggunakan uang hasil perampokan itu untuk membeli empat unit kursi. Setelah barang bukti ber­hasil diamankan pelaku dan barang bukti dibawa ke Polresta Padang untuk dimintai keterangan serta dilakukan penyidikan lebih lanjut,” ucapnya.

Dijelaskan Kompol Rico, berdasarkan hasil peme­riksaan, pelaku dan dua rekannya melakukan pe­ram­pokan di dalam mobil perjalanan antara Lubuk Buaya-Pariaman terhadap seorang perempuan. Da­lam aksinya itu, mereka mendapatkan dompet dan kartu ATM, sehingga kor­ban mengalami kerugian sekitar Rp3,5 juta.

“Aksi kedua, mereka juga merampok seorang perempuan di dalam mobil perjalanan antara Basko-Lubuk Alung. Mereka me­ngambil kalung emas dan uang tunai dengan total kerugian Rp4,5 juta. Kemu­dian, aksi ketiga, mereka merampok mahasiswi di dalam mobil perjalanan antara UNP- Tabing. Me­reka mengambil Hp an­dorid de­ngan total keru­gian Rp900 ribu,” jelas Kompol Rico.

Pada aksi keempat, di­ka­takan Kompol Rico, me­reka mengambil dompet milik korban yang berisikan uang tunai Rp 600 ribu terhadap seorang pria lan­sia di dalam mobil dengan perjalanan antara Tunggul Hitam-Ta­bing. Kemudian, aksi kelima, korbannya seorang ibu-ibu di dalam mobil perjalanan antara Ps Lubuk Buaya-Kayu Kalek. Mereka meram­pas uang tunai Rp300 ribu dari kor­bannya.

“Selanjutnya, aksi kee­nam, mereka merlakukan perampokan terhadap ibu-ibu di dalam mobil yang mereka kemudikan de­ngan perjalanan antara Air Tawar-Lubuk Buaya. Da­lam aksinya itu, mereka mengambil kalung emas milik korbannya,” tutup Kompol Rico. (rom)