PADANG, METRO–Sempat menjadi buronan sejak dua bulan belakangan, salah seorang penjahat yag tergabung dalam komplotan perampok dengan modus berpura-pura sebagai travel, diringkus Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang saat sedang nongkrong di Keluarhan Kurao, Kecamatan Nanggalo, Rabu (9/2) sekitar pukul 18.00 WIB.
Saat ditangkap, pelaku bernama Ade Susanto (37) bukan menyerah begitu saja kepada Polisi. Ia malah berani melawan, sehingga pelaku terpaksa dihadiahi timah panas pada kaki kirinya. Usai ditembak, pelaku yang langsung terpakar, dengan mudah diamankan dan kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk mengobati lukanya.
Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda mengatakan, dalam melancarkan aksinya, pelaku dibantu oleh dua rekannya yang saat ini sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Selain itu, para korban yang menjadi sasarannya sebagian besar merupakan wanita lanjut usia (lansia) yang ingin menumpangi mobil travel.
“Modus pelaku pura-pura sopir travel. Dimana di dalam travel itu sudah ada tiga orang termasuk pelaku. Setelah korban naik ke atas mobil, pelaku yang mengendarai mobil langsung memukul wajah korban dan diikuti oleh dua orang rekannya yang duduk di belakang mencekik leher korban,” ungkap Kompol Rico, Kamis (10/2).
Menurut Kompol Rico, setelah menganiaya korbannya, pelaku kemudian memaksa korban untuk menyerahkan barang-barang berharga miliknya, baik itu perhiasan dan uang tunai. Selanjutnya, pelaku menurunkan para korbannya di pinggir jalan.
“Komplotan ini menyasar korban para lansia yang ingin mengambil uang gaji pensiun. Korban ini rata-rata datang dari luar daerah. Pelaku menawarkan diri sebagai travel kepada korban. Di dalam mobil, korban malah dirampok oleh pelaku dan dua rekannya,” jelas Kompol Rico.
Kompol Rico menjelaskan, penangkapan pelaku berdasarkan penyelidikan dan informasi masyarakat bahwa pelaku bernama Ade Susanto yang sudah beberapa bulan belakangan menjadi buronan, sedang nongkrong di Kelurahan Kurao, Kecamatan Nanggalo. Kemudian Tim Klewang langsung menuju lokasi untuk dilakukan penangkapan.
“Saat kami tangkap, pelaku yang merupakan warga Kelurahan Dadok Tunggul Hitam ini melakukan perlawanan, sehingga dilakukan tindakan tegas terukur dengan menggunakan senpi petugas dan mengenai kaki pelaku,” ujarnya.
Saat diinterogas kata Kompol Rico, aksi begal tersebut sudah dilakukan sedikitnya di tujuh Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama dua rekannya Mamaik dan Lambok yang masuk DPO dengan menggunakan mobil Avanza war na hitam.
“Dari hasil pembagian barang yang telah dicuri, pelaku menggunakan uang hasil perampokan itu untuk membeli empat unit kursi. Setelah barang bukti berhasil diamankan pelaku dan barang bukti dibawa ke Polresta Padang untuk dimintai keterangan serta dilakukan penyidikan lebih lanjut,” ucapnya.
Dijelaskan Kompol Rico, berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku dan dua rekannya melakukan perampokan di dalam mobil perjalanan antara Lubuk Buaya-Pariaman terhadap seorang perempuan. Dalam aksinya itu, mereka mendapatkan dompet dan kartu ATM, sehingga korban mengalami kerugian sekitar Rp3,5 juta.
“Aksi kedua, mereka juga merampok seorang perempuan di dalam mobil perjalanan antara Basko-Lubuk Alung. Mereka mengambil kalung emas dan uang tunai dengan total kerugian Rp4,5 juta. Kemudian, aksi ketiga, mereka merampok mahasiswi di dalam mobil perjalanan antara UNP- Tabing. Mereka mengambil Hp andorid dengan total kerugian Rp900 ribu,” jelas Kompol Rico.
Pada aksi keempat, dikatakan Kompol Rico, mereka mengambil dompet milik korban yang berisikan uang tunai Rp 600 ribu terhadap seorang pria lansia di dalam mobil dengan perjalanan antara Tunggul Hitam-Tabing. Kemudian, aksi kelima, korbannya seorang ibu-ibu di dalam mobil perjalanan antara Ps Lubuk Buaya-Kayu Kalek. Mereka merampas uang tunai Rp300 ribu dari korbannya.
“Selanjutnya, aksi keenam, mereka merlakukan perampokan terhadap ibu-ibu di dalam mobil yang mereka kemudikan dengan perjalanan antara Air Tawar-Lubuk Buaya. Dalam aksinya itu, mereka mengambil kalung emas milik korbannya,” tutup Kompol Rico. (rom)






