PAYAKUMBUH/50 KOTA

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Wako Payakumbuh Terima Audiensi APKASI

1
×

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Wako Payakumbuh Terima Audiensi APKASI

Sebarkan artikel ini
AUDIENSI— Pembina dan Staf Ahli Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) bidang pendidikan, di ruang Asisten I Kantor Wali Kota Payakumbuh.

POLIKO, METRO–Wali Kota Payakumbuh yang dalam hal ini diwakilkan oleh Asisten I Dafrul Pasi didampingi oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Herlina, Staf Ahli Bidang Sumber Daya Ma­nusia Elvi Jaya, Kepala Bagian Pemerintahan Aplimadanar, Kepala BKD Syaf­wal beserta stakeholder terkait lainnya menerima audiensi Dewan Pembina dan Staf Ahli Asosiasi Pemerintah Ka­bupaten Seluruh Indonesia (APKASI) bidang pendidikan, di ruang Asisten I Kantor Wali Kota Payakumbuh, Senin(7/2).

Dalam pertemuan, A­sisten I Dafrul Pasi menyampaikan mutu pendidikan di Kota Payakumbuh sejauh ini sudah terbilang cukup baik, termasuk dari segi tenaga pendidik. Me­lalui program audiensi ini, Pihaknya berharap nanti­nya terjalin komunikasi APKASI dengan Kota Pa­yakumbuh mengenai ko­laborasi perkembangan dan strategi mutu pendi­dikan di Kota Payakumbuh.

Ditambahkan Dafrul, ia sangat berterimakasih atas kunjungan audiensi Dewan Pembina dan Staf Ahli APKASI. Ia meminta saran dan dukungan APKASI untuk kemajuan pendidikan di Kota Payakumbuh menjadi lebih maju untuk kedepannya.

“Atas nama Pemerintah Kota Payakumbuh, kami merasa bangga sekali atas kunjungan Dewan Pembina APKASI beserta staf ahli ke Payakumbuh, mudah mudahan kunju­ngan ini akan berdampak positif bagi pemerintah Kota Payakumbuh,” Pung­kasnya

Baca Juga  Irfendi Arbi Serahkan Bantuan Korban Kebakaran

Sementara itu, Anggota Dewan Pembina APKASI Sokhiatulo Laoli mengucapkan terimakasih atas waktu dan kesempatan yang diberikan kepada mereka. Ia menjelaskan, APKASI merupakan asosiasi terbesar di jajaran pemerintah di Indonesia. Keanggotaan APKASI adalah seluruh pemerintah kabupaten, termasuk ka­bupaten yang baru di­mekarkan. Sebanyak 416 pemerintah kabupaten di Indonesia aktif menjadi organisasi APKASI.

“APKASI sangat bersyukur dan berterima­kasih telah diberi waktu bertemu langsung, waktu dan kesempatan ini sa­ngat berharga bagi kami disela-sela kesibukan bapak dan jajaran,” ujarnya

Dijelaskan, APKASI asosiasi beranggotakan 416 kabupaten, dan menjadi asosiasi jajaran pemerintah terbesar di Indonesia.  “Ada beberapa asosiasi lainnya seperti asosiasi pemerintahan provinsi, asosiasi pemerintah kota seluruh Indonesia dan ada juga asosiasi pemerintah de­sa,”ka­ta­nya.

Ia melanjutkan, tujuan kehadirannya beserta rom­bongan dalam rangka melakukan audiensi dan sosialisasi program unggulan APKASI terutama bidang pendidikan di Kota Payakumbuh. Dari 250 kabupaten di Indonesia, audiensi dan sosialisasi menghasilkan beberapa rekomendasi.

“APKASI mendorong percepatan pembangu­nan infrastruktur dasar dan peningkatan kualitas SDM khususnya bagi ASN dan guru di daerah. Audiensi menghasilkan bebe­rapa rekomendasi seperti kekurangan guru, pembangunan infrastruktur, sistem zonasi, dan pe­nguatan pendidikan karakter,” paparnya.

Baca Juga  Galang Dana untuk Palu, Datangkan Ippho Santoso di Payakumbuh

Hal serupa juga disampaikan Staf Ahli Bidang Pendidikan dan Kesehatan Asosiasi Pemerintah Ka­bupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Dr. Himma­tul Hasanah, tujuan dari audiensi yang dilakukan adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan SDM, berdasarkan ke­adaan dan rekomendasi yang ada terutama bagi guru mata pelajaran Ma­tematika, IPA dan Bahasa Inggris.

Namun berbeda de­ngan program pada umumnya, Himmatul menyebut, mata pelajaran dasar ini akan diajarkan secara cepat dalam kurun waktu tiga hari namun dengan suasana belajar yang ti­dak membosankan. “Program ini nantinya berbentuk pelatihan guru kreatif dan inovatif. Jika diterapkan akan sangat membantu sekali bagi para guru. Dan, sangat bermanfaat sekali bagi kecerdasan anak didik untuk peningkatan siswa berkompetisi di tingkat nasio­nal,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan rencana program kerja tahun 2021-2026. Program yang dimulai dari audiensi dan sosialisasi program unggulan bidang pendidikan dan pelatihan pada bupati dan OPD terkait, apkasi di daerah pada guru dan ASN daerah, apkasi ministrial, webinar, hingga percepatan pembangunan infrastruktur digital dalam pendidikan. (uus)