JAKARTA, METRO–Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman membantah opini yang menyebut dirinya membenci islam. Dia mengaku dekat dengan islam, bahkan pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren.
“Saya dulu itu pernah santri. Jadi kalau ada yang bilang saya memusuhi Islam itu tidak benar Saya tidak pernah lewat salat lima waktu, tidak pernah lewat puasa,” kata Dudung di Mabesad, Jakarta, Senin (7/2).
Dudung meuturkan, beberapa ucapannya soal islam kerap kali dimanipulasi sehingga bermakna tidak sesuai. Hal itu pula yang kemungkinan muncul persepsi dirinya membenci islam.
“Saya sering kultum, saya sering sampaikan, kalau pelajari agama jangan terlalu mendalam kalau tidak ada ustadnya, tidak ada gurunya. Tapi kalimat itu dipotong, kalau belajar agama itu jangan terlalu mendalam, titik, dipotong di situ,” jelasnya.
Lebih lanjut, mantan Pangkostrad itu mengatakan, tantangan mempertahankan kedaulatan bangsa pada masa kini sudah sangat kompleks. Tak sedikit negara di Timur Tengah sudah berantakan akibat perang.
Dudung menyakini konflik yang terjadi tersebut tidak hanya dipengaruhi faktor internal. Melainkan ada pula pihak tertentu yang sengaja ikut campur menyulut konflik.
“Dengan terjadinya kemenangan Taliban, tidak tertutup kemungkinan pengaruh itu akan ada, oleh karena itu dalam menyikapi medsos kita harus bijak. Jangan cepat melihat kemudian ada ayatnya langsung percaya,” pungkasnya. (jpg)






