SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Kolaborasi Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, PLN-UMKM Manfaatkan Limbah FABA Bikin Batako

0
×

Kolaborasi Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, PLN-UMKM Manfaatkan Limbah FABA Bikin Batako

Sebarkan artikel ini
Kolaborasi Tingkatkan Perekonomian Daerah
PEMBUATAN BATAKO— Proses pembuatan batako dengan menggunakan 30 persen bahan fly ash limbah PLTU Ombilin.

SAWAHLUNTO, METRO–Limbah fly ash PLTU Ombilin dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan batako oleh BUMDes Karya Muda Mandiri dan CV Bangun Nusantara Raya (CV. BNR). Secara total untuk memproduksi sekitar 3.000 pcs batako perhari membutuhkan fly ash sebanyak 50 ton perminggu.

PLTU Ombilin kembali mem­berikan dampak positif bagi daerah. Kolaborasi de­ngan BUMDes Karya Muda Mandiri dan CV Bangun Nusantara Raya (CV. BNR) selaku UMKM sekitar mampu memproduksi batako dengan memanfaatkan limbah fly ash yang dihasilkan oleh PLTU Ombilin.

Kerja sama tersebut merupakan upaya PLN untuk menjadikan limbah menjadi nilai tambah yang memberikan nilai ekonomis bagi masya­rakat sekitar. Salah satunya adalah batako yang diproduksi oleh BUMDes Karya Muda Mandiri dan CV. BNR.

Baca Juga  Ditarget Tuntas Tahun ini, Pemkab Sijunjung Gelontorkan Rp 27 Miliar untuk Perbaikan Jalan di Kecamatan Sumpur Kudus

Dengan komposisi semen sebanyak 20 persen, fly ash 15 persen dan pasir 65 per­sen, BUMDes Karya Muda Mandiri mampu memproduksi seba­nyak 100-200 Pcs perhari de­ngan memanfaatkan fly ash sebanyak 5-10 ton perminggu.

Sedangkan produksi batako dari CV BNR mampu memproduksi sebanyak 2.000 – 3.000 pcs/hari dengan memanfaatkan fly ash 20-40 ton perminggu dengan komposisi semen sebanyak 20 persen, fly ash 30 persen dan pasir 50 persen.

Ketua BUMDes Karya Mu­­da Mandiri I Made Safari Oktaria mengatakan, bahwa kua­litas batako yang meng­gu­nakan fly ash sebagai bahan campurannya lebih di­minati oleh konsumen karena lebih kokoh dari segi ke­kuatannya. Hal ini disebabkan oleh sifat pori-pori fly ash yang rapat.

Baca Juga  Warga Silungkang Terima Bansos Asistensi Rehabilitasi

Sejalan dengan BUMDes Karya Muda Mandiri, Pimpinan CV BNR Aditya mengatakan, bahwa batako hasil pro­duksi setelah menggunakan fly ash dapat mengurangi penggunaan semen dalam proses produksi. Sebelum menggunakan fly ash, proses produksi batako menggu­na­kan dolomit /kapur dalam campurannya sehingga membutuhkan semen dalam jumlah banyak. Namun setelah menggunakan fly ash, proses produksi batako tidak lagi menggunakan dolomit/kapur sehingga dapat mengurangi pemakaian semen.

Hingga saat ini, PLN me­nyediakan fly ash dari lokasi PLTU Ombilin secara cuma-cuma untuk UMKM sedangkan pengangkutan dan biaya pro­duksi ditanggung oleh UMKM yang memanfaatkan, sehingga zero cost bagi PLN. (pin)