AIA PACAH, METRO–Vaksinasi untuk anak-anak usia 6-11 tahun masih di angka 7 persen dari sasaran vaksinasi 83.000 anak-anak. Kendala yang terjadi selama vaksinasi pelajar tersebut adalah masih banyaknya wali murid atau orang tua yang takut dan tidak mengizinkan anak-anak mereka untuk divaksin Covid-19.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang, dr Meilinda Wilma, mengatakan petugas Dinkes terus memberikan edukasi kepada wali murid terkait pemberian vaksin pada anak sekolah secara rutin dan di seluruh Puskesmas. Namun realisasinya belum maksimal.
“Sosialisasi dan edukasi selalu dilakukan. Tapi sebagian orang tua banyak tidak mau divaksin anak mereka. Kita tentu tak bisa paksakan,” papar Meilinda, Rabu (2/2).
Ia menyampaikan, target penyelesaian vaksin pada anak sebenarnya Januari lalu. Namun saat sekarang belum juga dan pihaknya inginkan di bulan Februari atau awal Maret 2022 clear pelaksanaannya.
Sedangkan, untuk capaian total vaksinasi keseluruhan, Kota Padang telah mencapai angka 93,7 persen. “Kita mengimbau kepada warga Kota Padang untuk mau divaksin dan jangan ragu lagi. Sebab, vaksin dapat menambah imun tubuh serta mencegah penularan virus corona,” ulasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang, Habibul Fuadi mengatakan untuk jumlah siswa SD yang telah divaksin, pihaknya belum mendapat data. Sebab pelaksanaannya masih berjalan. “Kita belum terima dari Dinkes dan bagi anak yang akan vaksin, izin dari wali murid harus di kantongi. Sebab, vaksin bukan syarat utama belajar,” ucapnya
Ia mengatakan, jika wali murid kasih izin, datanya akan diberikan ke Dinkes untuk disuntik. Ini tak dipaksa.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Padang, Mastilizal Aye meminta kepada Dinkes terus bergerak dan berikan pemahaman yang baik ke wali murid. “Dinkes mesti rangkul semua pihak. Dalam pelaksanaan jangan dipaksa,” ujar Aye.
Ia meminta, keterlibatan semua pihak dalam hal ini. Supaya anak sehat ke depannya serta polemik usai di vaksin anaknya nanti tidak terjadi. (ade)






