BERITA UTAMA

Pelajar Tewas Dikeroyok Teman Satu Sekolah di Payakumbuh, Terjadi di Luar Jam Pelajaran, 5 Pelaku Diamankan Polisi

0
×

Pelajar Tewas Dikeroyok Teman Satu Sekolah di Payakumbuh, Terjadi di Luar Jam Pelajaran, 5 Pelaku Diamankan Polisi

Sebarkan artikel ini
TEWAS DIANIAYA— Suasana rumah duka meninggalnya salah seorang siswa SMKN 2 Payakumbuh akibat diniaya oleh teman-teman satu sekolahnya.

PAYAKUMBUH, METRO–Tragis. Seorang pelajar kelas XII yang bersekolah di SMKN 2 Payakumbuh, Kelurahan Bulakan Balai Kandi, Kecamatan Payakumbuh Barat tewas akibat dikeroyok oleh teman-temannya yang masih satu sekolah, Senin (31/1). Parahnya, aksi pengeroyokan itu terjadi tak jauh dari kawasan sekolah tersebut.
Sebelum meninggal, korban bernama Habis Fahri (20) warga Kelurahan Padang Datar Tanah Mati, Kecamatan Payakumbuh Barat ini sempat dilarikan ke RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi untuk mendapatkan perawatan intensif atas luka parah yang dialaminya.
Namun sayangnya, pada Selasa siang (1/2), korban akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya hingga dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis. Aksi pengeroyokan maut itupun meninggalkan luka yang mendalam bagi keluarga korban, sehingga melaporkannya ke Polres Payakumbuh.
Tak butuh waktu lama, jajaran Satreskrim Polres Payakumbuh yang menindaklanjuti laporan itu, langsung mengamankan lima orang siswa SMKN 2 Payakumbuh yang terlibat aksi penganiayaan terhadap korban. Kini, kelimanya masih menjalani pemeriksaan untuk mengungkap perannya masing-masing.
“Untuk sementara kami mengamankan lima orang siswa SMKN 2 Payakumbuh. Saya masih di rumah duka untuk mengkoordinasikan dengan pihak keluarga agar jenazah korban dilakukan autopsi,” sebut Kapolres Payakumbuh, AKBP Alex Prawira melalui Kasat Reskrim, AKP Akno Pilindo, Selasa (1/2).
Menurut AKP Akno, untuk memproses kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, pihaknya bakal membawa jenazah korban ke RS Bhayangkara Padang untuk dilakukan autopsi. Dengan autopsi, dapat dipastikan penyebab kematian korban.
“Rencananya hari ini (kemarin-red), jenazah korban kita bawa untuk autopsi. Kita belum bisa memastikan di mana saja luka-luka yang menyebabkan korban meninggal dunia. Dugaan sementara, korban meninggal akibat dianiaya oleh teman-teman satu sekolahnya,” ujar AKP Akno.
Meski sudah mengamankan lima siswa SMKN 2 Payakumbuh, AKP Akno belum bisa menjelaskan secara rinci identitas kelima siswa tersebu karena masih dalam pemeriksaan oleh penyidik di Polres Payakumbuh.
“Kelimanya tidak satu kelas, namun satu sekolah. Nanti akan kami informasikan lebih lanjut. Karena masih dalam penyelidikan,” ucapnya singkat.
Terpisah, Kepala SMK 2 Payakumbuh, Dalius kepada wartawan mengakui adanya aksi penganiayaan yang menimpa salah satu siswanya. Menurutnya, korban dianiaya oleh sejumlah teman-temannya dan kini kasus itu sudah ditangani oleh Polres Payakumbuh.
“Kejadian diluar jam pelajaran, lokasi sekitar 200 meter dari sekolah. Sebelum meninggal dunia, korban sempat  menjalani perawatan medis di rumah sakit Bukittinggi pada Selasa (1/2) siang. Namun, nyawanya tak tertolong, akibat luka yang dialami, hingga menghembuskan nafas terakhir,” tutupnya. (uus)