BERITA UTAMA

Omicron Masuk Sumbar, 15 Orang Positif, Pulang dari Luar Daerah, Masyarakat Diminta Tak Panik

0
×

Omicron Masuk Sumbar, 15 Orang Positif, Pulang dari Luar Daerah, Masyarakat Diminta Tak Panik

Sebarkan artikel ini
dr Andani Eka Putra

PADANG, METRO–Virus Covid-19 varian Omicron ternyata sudah terdeteksi masuk ke wilayah Sumatra Barat  (Sumbar). Pasalnya, pada Kamis (27/1), Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Universitas Andalas, Padang menemukan 15 sampel positif Omicron.

Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Andani Eka Putra mengatakan Sumatra Barat secara perdana mencatatkan temuan warga yang terpapar virus Covid-19 varian Omicron.

“Kita sudah menguji 31 sampel positif Covid-19, dan hasilnya 15 sampel mengarah ke Omicron atau 48 persen dari total populasi. 48 persen populasi c19 tersebut adalah omicron,” ungkap Andani, Kamis (27/1).

Dijelaskan Andani, data ini sinkron dengan peningkatan, yakni PR dari 0.1, naik 0,4, 0,6, 0,8 dan 1 persen.  Data tersebut hampir sama dengan data PR Jawa – Bali dan di atas non Jawa Bali yang hanya 0,14 persen.

“Dari 15 kasus itu, 14 yang kini terpapar Omicron merupakan warga Sumbar dan 1 kasus identitasnya berasal dari luar Sumbar.  Virus ini bertransmigrasi dari luar Sumbar seperti halnya dari Jakarta, karena Jakarta lagi meningkat kasus Omicronnya. Jadi 15 orang itu yang pulang dari luar daerah,” ujarnya.

Menyikapi kondisi itu, Andani berharap masyarakat tidak panik. Karena peningkatan vaksinasi menyebabkan klinis tidak terlalu berat. Namun, jangan abai atau lengah pula. Semua pihak harus tetap waspada mengingat banyak lansia yang belum lengkap vaksinnya.

“Saya mengusulkan agar rumah sakit disiapkan kembali, sebagai antisipasi awal bila kasus Omicron di Sumbar meningkat. Mohon tracing dibuat lebih baik, sehingga kontrol lebih mudah. Prokes diatur dengan baik, mewajibkan mal, kantor atau bahkan pasar menggunakan aplikasi PeduliLindungi,” ujar Andani.

Sementara, Juru Bicara Satgas Covid-19 Sumbar Jasman membenarkan hal tersebut. Namun ia menyebut masyarakat tidak perlu panik karena dengan vaksinasi, gejala klinis varian Omicron tidak terlalu berat.

“Pemprov Sumbar mendorong agar masyarakat yang belum divaksin segera mendatangi pusat vaksinasi sebagai langkah antisipasi agar tidak terpapar dan mencegah penyebaran yang makin meluas,” katanya.

Jasman juga mengingatkan agar masyarakat termasuk yang telah divaksin untuk tidak lengah dan tetap menaati protokol kesehatan untuk meminimalkan risiko terpapar.

“Kita siap dengan kondisi apapun, Sumatra Barat sudah siap jauh-jauh hari, dari awal sudah siap dengan kondisi terburuk, yang penting masyarakat jangan panik,” ujar Jasman.

Pemprov Ikuti Saran dr Andani

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar Arry Yuswandi mengatakan, pihaknya akan mengikuti saran dari Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Universitas Andalas (Unand) dr Andani Eka Putra terkait penanganan varian Omicron.

“Sudah ada sesuai arahan Pak Andani, jadi kita lakukan itu. Kita juga sudah memberi tahu ke kabupaten/kota agar mewaspadai peningkatan kasus. Jadi itu sudah kami kerjakan,” ungkapnya.

Dikatakan Arry Yuswandi, di antara sarannya yaitu rumah sakit disiapkan kembali, sebagai antisipasi awal. Kemudian dilakukan tracing lebih baik sehingga kontrol lebih mudah. Selanjutnya, protokol kesehatan juga diatur lebih baik dengan mewajibkan mall, kantor atau bahkan pasar menggunakan aplikasi peduli lindungi.

“Kita sudah meminta semua dinas di kabupaten kota agar melakukan tracking, tracing dan testing secara efektif. Kemudian kita ingatkan agar rumah sakit siapkan seperti tempat tidur dan ruangan antisipasi kasus,” jelasnya.

Bahkan menurutnya, sebelum kasus Omicron ditemukan, pihaknya sudah bersurat kepada dinas kesehatan kabupaten/kota dan semua rumah sakit bersiap dengan peningkatan kasus. Soal datangnya virus Omicron, pihaknya menduga datang dibawa oleh pasien yang datang dari luar Sumbar.

“Sebab di Sumbar selama ini belum pernah ada kasus, yang ada kasus itu seperti dari Jakarta dan beberapa daerah lainnya. Namun untuk memastikan, pihaknya juga bakal melakukan tracking kepada pasien yang terkena Omicron dan yang kontak erat dengannya, sehingga diketahui darimana datangnya,” tutupnya. (fan)