METRO NASIONAL

Kasus Omicron Mencapai 1.998, Subvarian Omicron BA.2 Muncul

0
×

Kasus Omicron Mencapai 1.998, Subvarian Omicron BA.2 Muncul

Sebarkan artikel ini
KETERANGAN—Menkes RI Budi Gunadi Sadikin saat berikan keterangan keterangan kepada wartawan.

JAKARTA, METRO–Menteri Kesehatan (Men­kes) Budi Gunadi Sa­di­kin mengungkapkan bahwa kasus terkonfirmasi varian Omicron nyaris mencapai dua ribu per Rabu (26/1) “Jadi, total pasien yang sudah kami li­hat terkena Omicron sam­pai sekarang ada 1.988,­” kata Menkes Budi dalam konferensi pers, Kamis (27/1).  Dari total jumlah kasus konfirmasi Omicron itu, 768 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh.

Menkes Budi mengatakan jumlah pasien Omicron yang pernah dirawat sejak kasus pertama Omicron di Indonesia pada Desember 2021 sebanyak 854 pasien. “Dari yang di rawat itu, asimtomatik (tidak bergejala, red) 461),” ungkap Budi.

Selanjutnya, jumlah pa­sien bergejala ringan seba­nyak 334, sedang 54, dan berat lima orang. Menurut Menkes Budi, pasien yang perlu dirawat di rumah sakit hanya yang bergejala sedang karena memerlukan oksigen dan bergejala berat karena perlu merawatan intensif. “Sebenarnya yang perlu masuk rumah sakit adalah yang 59 orang itu,” tambahnya.

Menkes Budi menegaskan pasien yang saat ini dirawat di rumah sakit sebenarnya tidak semua benar-benar memerlukan perawatan rumah sakit.

Dia menilai gejala seperti batuk, flu, dan demam juga tidak memerlukan perawatan rumah sakit karena masuk kategori gejala ringan. “Kalau enggak ada gejala, sebenarnya dirawat di rumah saja, sembuh sendiri,” tambah mantan wakil menteri BUMN itu.

Subvarian Omicron BA.2 Muncul

Indonesia harus bersiap karena saat ini telah ditemukan mutasi baru dari varian Omicron, yaitu subvarian BA.2. Meski begitu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan BA.2 bukan termasuk da­lam variant of concern.  Artinya, belum ada bukti yang menunjukkan subvarian baru ini akan memperburuk penularan Covid-19, keparahan penyakit, atau mengurangi efektivitas vaksin.

Melansir ABC News, saat ini tercatat 40 negara telah melaporkan kasus Omicron BA.2 ini dengan total lebih dari 8.000 kasus sejak November 2021. BA.2 bahkan telah menyebar dengan cepat di Denmark dan Inggris. Subvarian ini juga telah terdeteksi di Amerika Serikat sebanyak dua kasus.

Hingga saat ini, belum jelas negara asal subvarian ini. Meskipun sekuens pertama dilaporkan dari Filipina, tetapi banyak kasus juga dilaporkan di Eropa dan Asia Selatan.

Jumlah yang terus me­ningkat membuat para ilmuwan dunia mempelajari perilaku subvarian BA.2 dan membandingkannya dengan varian Omicron.

Direktur Bidang Covid-19 di Agensi Keamanan Kesehatan Inggris Meera Chand mengatakan sifat virus memang terus berevolusi dan bermutasi. Dengan begitu, varian baru akan terus muncul saat pandemi berlangsung.

“Sejauh ini, tidak ada cukup bukti untuk memastikan apakah BA.2 menye­bab­kan penyakit yang lebih parah daripada Omicron BA.1, tetapi datanya masih terbatas,” kata Chand, dikutip dari ABC News, Rabu (26/1). Tidak hanya Omicron, sebelumnya varian Delta juga memiliki beberapa subvarian.(mcr9/abc news/jpnn)