METRO PESISIR

Awal Tahun, Kasus DBD Meningkat di Kota Pariaman

0
×

Awal Tahun, Kasus DBD Meningkat di Kota Pariaman

Sebarkan artikel ini
DBD Meningkat
Genius Umar

PDG,PARIAMAN, METRO–Wali Kota Pariaman H Genius Umar mengatakan bahwa berdasarkan hasil pengamatan dan laporan puskesmas terjadi pe­ning­katan kasus Demam Ber­darah Dengue  (DBD ) sejak bulan Januari 2022 secara kumulatif berjumlah 27 orang.

“Meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pariaman kita imbau untuk selalu bersihkan lingkungannya,” kata Walikota Pariaman H Genius Umar, kemarin.

Katanya, ia  mengimbau desa/kelurahan dan instansi pemerintahan di Kota Pariaman agar mela­kukan Gotong Royong (Go­ro) massal atau pemberantasan sarang nyamuk ­tem­pat.

“Kalau dibandingkan dengan tahun 2021, kasus DBD yang terjadi saat ini cenderung tinggi. Selama tahun 2021 ada 47 kasus DBD. Saat ini, Januari 2022 hingga Rabu (26/1), sudah ada 27 kasus DBD,” ujar­nya.

Baca Juga  Presiden Datang, Festival Bunga Ditunda

“Meningkatnya kasus tersebut, seiring dengan perubahan cuaca yang ekstrim yang sangat mempengaruhi perkembangbiakan nyamuk/jentik nyamuk Aedes Aegypi penular DBD,” ulasnya.

Lebih lanjut, Genius Umar berharap kerjasama semua pihak baik dari de­sa/kelurahan, instansi pemerintah di Lingkungan Pemko Pariaman dalam melakukan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan melalui kegiatan melakukan goro massal DBD/pem­berantasan sarang nyamuk secara serentak.

“Membersihkan ling­kungan tempat -tempat institusi (sekolah, perkantoran, kampus, MDA), mem­bersihkan lingkungan tempat-tempat umum (mas­jid, mushala, rumah sakit, puskesmas), membersihkan lingkungan rumah tempat tinggal, “ tegasnya.

Baca Juga  Pemkab Dukung SLI untuk Kemajuan Sektor Pertanian

“Selain itu, mengupayakan peningkatan penggerakan masyarakat da­lam pemberantasan sarang nyamuk melalui ke­giatan menguras, menutup dan memanfaatkan kem­bali barang bekas plus gi­gitan nyamuk (3M plus) dengan cara mengimplementasikan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1) dan mengaktifkan kembali kelompok kerja operasional penanggula­ngan DBD pada berbagai tingkatkan RT/RW, desa dan kelurahan,” tutupnya mengakhiri. (efa)