SOLSEL, METRO–Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatra Barat (BKSDA Sumbar) berhasil menyelamatkan seekor beruang madu (Helarctos malayanus) yang terkena jerat babi di Jorong Sungai Kapur, Nagari Lubuk Gadang Selatan, Kabupaten Solok Selatan, Selasa (25/1).
Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono mengatakan, informasi harimau terjerat bermula dari Kepala Jorong Sungai Kapur yang menghubungi petugas Resor Konservasi Wilayah (RKW) Solok pada Senin (24/1) sekitar pukul 17.00 WIB.
“Kepala Jorong Sungai Kapur, melaporkan adanya beruang yang terkena jerat. Melihat hasil foto dan video yang dikirim melalui WhatsApp, petugas melakukan verifikasi informasi dan selanjutnya bergerak ke lokasi membawa perlengkapan penanganan konflik,” Ardi Andono.
Diejlaskan Ardi Andono, saat tiba di lokasi pada malam harinya, sambung dia, petugas bersama tim medis dari Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra (PRHS) Dharmasraya melakukan evakuasi beruang. Sang beruang terkena jerat babi hutan, berupa tali nilon, satwa tersebut mengalami luka pada bagian kaki sebelah kiri.
“Proses evakuasi satwa berjalan dengan lancar, tim sekaligus melakukan penanganan medis terhadap luka akibat jerat. Setelah dilakukan observasi beberapa jam, dan melihat kondisi satwa yang bisa beraktivitas normal, tim memutuskan untuk melepasliarkan beruang itu ke habitatnya kembali,” ungkap Ardi.
Ardi menuturkan, lokasi lepas liar satwa beruang, yaitu di areal ABKT PT Bukit Raya Medusa (BRM) yang berdekatan dengan Kawasan Cagar Alam Batang Pangean II. Pihaknya berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses evakuasi beruang.
“Kami kepada seluruh masyarakat agar tidak ada lagi memasang jerat, karena efek dari jerat ini bisa melukai dan membunuh satwa satwa yang dilindungi termasuk harimau Sumatra,” pungkasnya. (tim)






