BERITA UTAMA

Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Lubuk Minturun, Keluarga Sebut Korban Alami Keterbelakangan Mental

0
×

Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Lubuk Minturun, Keluarga Sebut Korban Alami Keterbelakangan Mental

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI— Petugas SAR mengevakuasi jasad korban Febri (21) yang ditemukan mengambang di aliran Sungai Lubuk Minturun.

PADANG, METRO–Sesosok mayat berjenis kelami pria dite­mukan mengambang di aliran Sungai Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Senin sore (24/1). Penemuan mayat itu­pun sontak meng­ge­gerkan warga setempat yang lang­sung berdatangan ke lo­kasi.

Usut punya usut, ternyata mayat pria itu bernama Febri (21) yang merupakan warga Kompleks Vila Anggrek, Aia Dingin, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah.

Tak lama usai penemuan mayat, Polisi bersama Tim SAR pun tiba di lokasi untuk mengevakuasi korban dari aliran sungai. Hanya saja, atas permintaan keluarga, jasad korban tidak dilakukan visum dan langsung dibawa ke rumah duka.

Baca Juga  Harga Minyak Goreng Tinggi, Pemerintah Akan Salurkan BLT Rp 300 Ribu

Kasiops Kantor Pen­cari­an dan Pertolongan Pa­dang, Oktavianto, mengatakan, setelah mendapatkan informasin dari pihak PMI Padang, pihaknya lang­sung menrunkan personelnya untuk proses evakuasi jasad korban.

“Korban bernama Fe­bri. Setelah dilakukan eva­kuasi dari Tim SAR gabungan, pihak PMI, Ba­sarnas, TNI-Polri, jasad korban langsung dibawa ke rumah duka, atas permintaan keluarga,” sebutnya.

Oktavianto menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh seorang pemancing di kawasan ter­sebut. “Ditemukan oleh seorang pemancing pertama kali, kemudian dilaporkan ke pihak yang berwajib,” jelasnya.

Sementara itu Kapol­sek Koto Tangah AKP Afrino mengatakan, kejadian berawal saat saksi menemukan sosok orang laki laki di TKP dalam keadaan terlentang dan kemudian saksi memanggil warga sekitar untuk membantu korban serta menghubungi Polsek Koto Tangah.

Baca Juga  98 WNI Nyaris Jadi Korban Perdagangan Orang di Negara Konflik dan Sarang Scam Online

“Kemudian personil Pol­sek Koto Tangah mendatangi lokasi kejadian dan menghubungi pihak Pus­kes­mas untuk dilakukan upaya evakuasi lalu jasad korban dibawa mengguna­ kan mobil ambulans PMI ke rumah duka,” ujar AKP Afrino.

Ditambahkan AKP Afrino, dari pihak keluarga korban tidak mau untuk dilakukan visum et revertum dan kemudian dibuatkan surat pernyataan untuk tidak menuntut dikemudian hari.

“Pihak keluarga menyatakan bahwa meninggalkannya korban adalah mur­ni kecelakaan karena fak­tor korban yang mengalami keterbelakangan mental dan tidak bisa berenang,” sebutnya. (rom)