METRO SUMBAR

Bundo Kanduang Pauh IX Lestarikan Tradisi Turun Mandi Anak

1
×

Bundo Kanduang Pauh IX Lestarikan Tradisi Turun Mandi Anak

Sebarkan artikel ini
Foto Bersama— Ketua MPA Irwan Basir Dt Rj Lama dan Ketua KAN Suardi Dt rj Bujang dan anggota DPRD Padang Salisma foto bersama usai melaksanakan kegiatan tradisi turun mandi anak di Kantor KAN Pauh IX.

PADANG, METRO–Lapuk Lapuk dikajangi, usang usang diperbaharui. Kata bijak ini setali dua uang dengan kegiatan Bundo Kanduang Nagari Pauh IX Kuranji Kota Padang yang menggelar alek turun mandi anak di Kantor KAN Pauh IX Kuranji, Minggu (23/1). Kegiatan tradisi turun mandi anak ini tak telepas dalam upaya melakukan pelestarian terhadap nilai nilai adat dan budaya  yang ada di Salingka Nagari Pauh IX. “Kegiatan turun mandi anak ini merupakan salah satu budaya tradisi syukuran di Minang­kabau khusunya di Nagari Pauh IX Kuranji Kota Pa­dang,” ujar Ketua Bundo Kanduang Nagari Pauh IX Kuranji Nina SH, kemarin.

Dikatakan Nina, belakangan ini memang tak terbantahkan kegiatan budaya turun mandi anak ini jarang terlihat di tengah tengah di masyarakat. Ma­ka kegiatan turun mandi anak yang dilaksanakan di Kantor KAN ini suatu langkah agar kegiatan syukuran sebagai adat dan budaya Nagari Pauh IX ini tetap lestari pada mendatang. “Kegiatan budaya turun mandi anak sesuai dengan adat salingka nagari,” ujar Nina.

Ketua KAN Pauh IX Kuranji Suardi Dt Rj Bujang mendukung, kegiatan yang dilaksanakan Bundo Kan­duang Nagari Pauh IX, dalam upaya melestarikan adat istiadat di salingka Nagari Pauh IX Kuranji. “Diharapkan, Bundo Kan­duang ini jangan sekadar kegiatan anak turun mandi saja, kapan perlu ditingkatkan kegiatan pertemuan rutin setiap 15 hari,” ujar Suardi.

Baca Juga  Wabub Minta Perbaikan SD 13 yang Terbakar Dianggarkan Lagi

Sekretaris Camat (Sekcam) Kuranji Rio Eb me­ngucapkan, terhadap anggota dewan Dapil Kuranji Salisma yang komit me­lakukan pelestarian pelestarian adat istiadat salingka Nagari Pauh IX.” Se­hingga kegiatan nilai nilai adat dan budaya tetap eksis di Nagari Pauh IX Ku­ranji ini pada masa mendatang walaupun di tengah tengah arus globalisasi ini,” ujar Rio.

Anggota DPRD Padang Salisma SH mengatakan, kegiatan turun mandi anak ini belakangan ini jarang dilihat di tengah tengah masyarakat, sehingga ge­nerasi muda banyak yang tidak tahu.” Dan kegiatan bagaimana melanggengkan hubungan antara anak pisang dan Bako supaya langgeng hingga ke akhir hayat, “ ujar Salisma.

Salisma berharap, ke­giatan ini tetap eksis di te­ngah tengah serangan arus globalisasi saat ini. Karena kegiatan ini tak telepas dari nilai agama, adat dan budaya.

Ketua MPA KAN Pauh IX Kuranji Irwan Basir Dt Rj Alam SH MM mengatakan, rancak Nagari dek Bundo Kanduang, rami Nagari dek nan mudo dan elok nagari dek nan mudo. Se­hingga di Nagari anak organisasi nagari yang tediri dari Forum Nama Nagari (FKAN) Pauh IX , Badan Musyawarah Nagari (BM­PN) Bundo Kanduang dan Ninik mamak, yang juga disebut empat pilar dalam nagari.

Baca Juga  Hadiah HUT ke-351 Kota Padang, Dishub Toreh Berbagai Prestasi

“Sehingga 4 pilar dalam nagari ini tak bisa terlepaskan satu sama lainya untuk memajukan nagari,” ujar Irwan.

Dikatakan Irwan, Nagari Pauh IX yang terdiri dari sembilan tapian. Dimana perangkat suku di se­tiap tapian mempunyai kewe­nangan dalam hal sako jo pusako sukunya, sebagai masyarakat hukum adat di lingkungan tapian. Kemudian, jika tak selesai di ting­kat tapian maka dilanjutkan ke tingkat nagari KAN.

Namun, semua ini khu­sus kegiatan turun mandi anak merupakan kegiatan dari LKAAM, yang Tupoksi-nya pelestarian dan pembinaan adat dan budaya. Namuny, ninik mamak di duduk di KAN ha­nya sebagai marapekan bungka. “Dan kegiatan ju­ga tak terlepas manjapuik nan tatingga, mangampuangan nan taserak,” ujar Irwan. (boy)