PADANG, METRO–Seperti diketahui bahwa Pelabuhan Telukbayur khususnya, merupakan objek vital yang mendukung perekonomian daerah. Sebagai urat nadi dan pintu gerbang perekonomian, maka pelabuhan harus asri, tertata rapi dan bebas dari pungutan liar demi mempelancar arus masuk barang.
“ Mewujudkan Pelabuhan Teluk Bayur bersih melayani dalam rangka mendukung percepatan pertumbuhan Ekonomi di Sumatera Barat,” ujar General Manajer PT Pelindo Regional II Teluk Bayur, Nunu Husnul Khitam saat coffee morning yang dihadiri oleh Danlantamal II, Laksamana Pertama TNI Endra Sulistiyono,S.E., M.M dan unsur pelabuhan di Hotel Truntum, Rabu (19/1) kemarin.
Dikatakan Nunu Husnul Khitam, sesuai kegiatan ini yakni temanya mewujudkan pelabuhan bersih melayani dan mendukung perekonomian daerah, maka semua unsur pelbuhan harus sinergis
“Dalam catatan Pelabuhan Teluk Bayur pada tahun 2021 telah melaksanakan bongkar muat kontainer seberat lebih dari dua juta ton yang terdiri dari berbagai macam jenis muatan. Pelabuhan merupakan objek vital nasional yang berperan besar mendukung perekonomian daerah,” jelasnya.
Sementara itu Danlantamal II Laksmana Pertama TNI Endro Sulistiyono mengatakan kegiatan ini membahas persoalan di bidang maritime yang terjadi di kawasan pelabuhan, khususnya berkaitan dengan kelancaran operasional pelabuhan.
“Pungutan liar di pelabuhan menjadi perhatian besar dari instansi unsur maritim. Sinergitas unsur Maritim sangat penting demi menjaga suasana kondusif operasional pelabuhan,” sebut Endra Sulistiyono.
Dalam kesempatan ini juga dilaksanakan penandatanganan pakta integritas unsur stakeholder Pelabuhan Teluk Bayur. Danlantamal II berkesempatan menjadi saksi penandatanganan bersama Kajati Sumatera Barat, Dr. Anwarudin Sulistyono, S.H., M.H. “Dengan hal ini diharapkan pengelolaan Pelabuhan Teluk Bayur dapat menjadi lebih baik, transparan dan akuntabel,” tambahnya. (ped)





