BERITA UTAMA

Kantor Camat Lengayang Dikepung Warga, Dipicu Postingan Facebook, Desak Camat Mundur, Sempat Anarkis, Mobil Dinas Dilempari Batu

0
×

Kantor Camat Lengayang Dikepung Warga, Dipicu Postingan Facebook, Desak Camat Mundur, Sempat Anarkis, Mobil Dinas Dilempari Batu

Sebarkan artikel ini
IMG 20220118 WA0013
UNJUK RASA— Ratusan warga melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Camat Lengayang untuk mendesak Jamalus mundur dari jabatannya sebagai Camat Lengayang.

PESSEL, METRO–Dipicu postingan Facebook Camat Lengayang, Jamalus yang menimbulkan kontroversi, ratusan warga melakukan mengepung Kantor Camat Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Selasa (18/1)  pukul 09.00 WIB. Dalam aksi itu, mereka mendesak Camat mundur jadi jaba­tan­nya.

Selain melakukan orasi secara bergantian, massa juga membentangkan spanduk dan menuliskan tuntutan di atas kertas karton “Ganti Camat Lengayang, Kami Butuh Camat Yang Tidak Adu Domba’. Meski mendapatkan pengawalan ketat oleh Polsek Lengayang, Koramil Lengayang dan Satpol PP, sempat terjadi aksi anarkis.

Massa sempat melakukan aksi pelemparan batu ke arah mobil dinas Camat Lengayang. Akibatnya, kaca mobil dinas sebelah kanan pecah. Namun, petugas keamanan gabungan berupaya meredam amarah warga, hingga akhirnya aksi unjuk rasa itu berlangsung aman sampai massa membubarkan diri.

“Jadi keinginan kami cuma satu, Jamalus mundur dari jabatannya sebagai Camat Lengayang,” ungkap Koordinator Aksi, Hamzah Jamaris saat berorasi.

Baca Juga  Spesialis Pengupak Rumah 17 TKP Digulung

Menurut Hamzah, keresahan masyarakat Lengayang disebabkan adanya komentar Camat Lengayang, Jamalus melalui akun media sosial Facebooknya. Postingan Jamalus yang baru saja dilantik oleh Bupati Rusma Yul Anwar pada Januari 2022 ini pun viral.

“Komentar Jamalus dinilai kontroversi itu berkaitan usai situasi politik usai Pilkada Pessel 2020. Dalam komentar itu, Jamalus dinilai memicu munculnya rasa kebencian dan permusuhan di tengah kelompok masyarakat. Itu sesuai dengan Undang-undang ITE pasal 54 A ayat (2), Camat Lengayang su­dah memicu permusuhan,” terang Hamzah.

Selain soal ujaran rasa kebencian, dijelaskan Ham­zah, komentar lainnya yang dinilai kontroversi berkaitan dengan membawa nama Yahudi yang me­nga­takan ‘hati-hati orang Yahudi non muslim di Pessel’.

“Dengan itu kami meminta Camat Lengayang mundur dari jabatanya, karena sudah meresahkan,” lanjutnya.

Terpisah, Kepala Ba­dan Kesbangpol Pessel, Hardi Darma Putra membenarkan kegiatan demo dilakukan oleh Aliansi Masya­ra­kat Lengayang di depan kantor Camat Lengayang. Menurutnya, aksi itu lantaran masyarakat Lengayang tidak mau Jamalus menjadi Camat setempat. Hal tersebut dikarenakan telah menimbulkan keresahan, dan mengangu stabilitas keamanan di tengah masyarakat.

Baca Juga  Sadis! Komplotan Geng Motor Bacok 2 Warga, 6 Pelaku sudah Ditangkap, 5 lagi Buron,Malam Minggu Berkeliling Cari Mangsa

“Untuk sementara Jamalus telah dinonaktifkan se­bagai Camat Lenga­yang.­Untuk selanjutnya, menunggu keputusan dan petunjuk dari pimpinan,” tegas  Hardi Darma Putra.

Dijelaskan Hardi Darma Putra, untuk pelayanan masyarakat di kantor Camat Lengayang tetap berjalan seperti biasa, tidak ada kerusakan fisik bangunan di kantor Camat.

“Hanya ada sedikit insiden mobil dinas Camat Lengayang yang ketika itu terpakir di depan halaman Kantor Camat Lengayang menjadi sasaran lembaran batu, sehingga membuat kaca samping kanan pecah.

“Petugas yang melakukan pengamanan sudah berhasil mengendalikan situasi, sehingga aksi demo itu berjalan aman dan kondusif,” ungkapnya.

Usai bertemu perwakilan dari Pemkab Pessel, sekitar pukul 11.00 WIB, ratusan masyakatat yang ikut dalam aksi demo itu pun membubarkan diri de­ngan tertib.  (rio)