PADANG, METRO–Dirut PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), Didiek Hartantyo mengungkapkan, pengaktifan kembali jalur kereta api (KA) Sawahlunto-Muaro Kalaban Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) segera dimulai.
Rencana mengaktifkan kembali jalur KA Sawahlunto-Muaro Kalaban ini dilakukan, setelah dilaksanakannya penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemko Sawahlunto dengan Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Barat dan PT (Persero) KAI beberapa waktu lalu.
“Melalui penandatanganan nota kesepahaman ini, menjadi awal rencana untuk pengaktifan kembali jalur Sawahlunto-Muaro Kalaban. Segera kita mulai,” terang Didiek, saat peresmian Gedung Peron KA Bandara di Stasiun Padang, Sabtu (15/1).
Didiek menambahkan, jalur KA Swahlunto-Muaro Kalaban ini merupakan warisan budaya Provinsi Sumbar. Bahkan, khusus jalur KA Sawahlunto –Ombilin, sudah menjadi kawasan heritage yang diakui sebagai warisan Dunia oleh UNESCO.
“Untuk mewujudkan kembali legenda peninggalan sejarah itu, perlu ada kerjasama yang dibagi tugasnya masing-masing. Khusus PT KAI nantinya bertugas sebagai penyedia sarana. Segera kita mulai,” harapnya.
Selain mengaktifkan jalur Sawahlunto-Muari Kalaban, PT KAI bersama Menteri Perhubungan juga tengah membahas reaktivasi jalur KA lainnya di Sumbar. “Dalam waktu dekat segera memulai tahapan reaktivasi ini,” ujarnya.
Didiek juga menambahkan program perkeraapian di Sumbar selama ini dilakukan inisiasinya melalui program pemerintah pusat yang kemudian dieksekusi di Sumbar. Termasuk juga hadirnya Gedung Peron KA Bandara di Stasiun Padang yang baru diresmikan ini.
Dengan hadirnya gedung peron baru ini menjadi era baru KA di Padang, untuk jadi emberio pengembangan lintas KA yang akan direaktivasi.
“Tujuan hadirnya gedung peron ini dan reaktivasi nanti, agar dunia KA di Sumbar tidak ketinggalan. Sehingga modernisasi KA terwujud dan budaya naik KA di tengah masyarakat Indonesia makin berkembang,” harapnya.(fan)






