PAYAKUMBUH/50 KOTA

Produser NOS TV: Saya Berhasil Bertemu dengan Orang yang Tepat

0
×

Produser NOS TV: Saya Berhasil Bertemu dengan Orang yang Tepat

Sebarkan artikel ini
BERSAMA—Ferizal Ridwan poto bersama Produser dan Tim dari NOS TV .

LIMAPULUH KOTA, METRO–Tidak pernah lelah me­nebar kebaikan, relawan Palanta Aksi Kemanusian dan Sosial (PakSa) dengan berbagai kegiatan kema­nusian dan sosial, menarik perhatian jurnalis televisi dari luar negeri.  Buktinya, Jum’at malam (14/1) tiga jurnalis yang bekerja di televisi milik Pemerintah Belanda yakni Nederland­se Omroep Stichting (NOS TV) masing-masing bernama Timothy Deagle (juru kamera), Arfan Saheba (juru suara) dan Sri Kusmiati (produser) datang ke Payakumbuh untuk bersilaturahmi sambil makan malam dengan tim relawan PakSa yang dikomandoi mantan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Fe­rizal Ridwan, bersama Ke­tua Yayasan Peduli Pejuang Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (YPP-PDRI) Ben Yuza dan se­jumlah relawan PakSa di sebuah restoran di jantung kota Payakumbuh.

Menurut Sri Kusmiati, dia bersama dua rekan kerjanya dari  NOS TV akan melakukan peliputan di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Ko­ta terkait sejarah perjua­ngan PDRI.

“Saya berhasil bertemu dengan orang yang tepat yaitu Bapak Ferizal Ridwan dan Bapak Ben Yuza dari YPP-PDRI yang nantinya akan banyak memberikan bantuan terkait meteri liputan tentang sejarah perjuangan PD­RI,” ungkap Sri sekaligus menyebutkan bahwa se­telah hasil liputan (feature) mereka rampung akan ditayangkan dihadapan Perdana Menteri Belanda.

Baca Juga  Perkuat ABS-SBK, Pemko Gandeng HMI Berkolaborasi

  Sementara itu, Ferizal Ridwal selaku Sekretaris YPP-PDRI dan Ketua Yayasan Ibrahim (Tan Ma­laka) yang selama ini gigih menyuarakan perjuangan Tan Malaka dan PDRI termasuk kaum dhuafa me­nyatakan, dengan datangnya jurnalis NOS TV dari Belanda meliput seputar sejarah perjuangan PDRI di Luak Limopuluah berharap hasil liputan tersebut akan membuka mata dan hati pemerintah Belanda maupun Pemerintah Pusat, Propinsi Sumatera Barat dan daerah terkait tuntutan kompensasi yang selama ini diperjuangkan masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota atas pe­ngorbanan para Pahlawan PDRI

Disebutkan Ferizal Rid­wan, Kabupaten Limapuluh Kota pernah berjasa ke Indonesia. Di daerah inilah roda Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) dipusatkan untuk bertahan dari gempuran Belanda. Sebagai da­erah yang pernah berjasa, Pemerintah Indonesia pun kini telah memberikan sejumlah kom­pensasi ke daerah basis tersebut.

Baca Juga  KZN Pa­yakumbuh Sebar Ratusan Sembako Harga Murah

Namun saat ini, tukuk Ferizal Ridwan, kompensasi pembangunan atas perjuang PDRI baru sebatas pembangunan mo­numen PDRI di Koto Tinggi. Pembangunan monumen itu pun belum se­penuhnya rampung se­perti yang direncanakan.

“Untuk itu, kita akan terus menyuarakan bahwa tuntutan kompensasi atas PDRI perlu diwujudkan oleh Pemerintah Pusat melalui program pembangunan yang bisa dibiayai melalui Anggaran Khusus dan Daerah Istimewa yang berasal dari APBN,” ujar Ferizal Ridwan.

Diakui Ferizal Ridwan, tidak hanya itu tuntutan masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota. Kompensasi atas kepahlawanan Tan Malaka dan kompensasi Hak Cipta dan ke­kayaan intelektual Tan Malaka, termasuk meluruskan sejarah tentang Tan Malaka juga akan te­rus disuarakan. (uus)