PASARRAYA, METRO–Akibat langkanya ayam potong di pasaran membuat sejumlah pedagang ayam tidak bisa beraktifitas. Sejak sulitnya mendapatkan ayam, mereka tidak bisa lagi berjualan atau manggaleh.
“Alah banyak pedagang ko nan tutuik. Indak manggaleh lai. Karena dak dapek jatah ayam dari agen,” sebut Rajabman, salah seorang pedagang, Kamis (13/1).
Ia berharap Dinas Perdagangan segera mendudukkan masalah ini agar pasokan ayam kembali normal dan pedagang kembali bisa berjualan. “Gara-gara perusahaan inti mengurangi jatah ayam, pedagang tak bisa berjualan lagi,” tandasnya.
Dulunya, terang Rajabman sudah ada kesepakatan pada saat perusahaan inti masuk dan berinvestasi, mereka akan memenuhi semua kebutuhan ayam kabupaten terutama Kota Padang. Ternyata pada saat ini mereka kurangi.
“Ini yang kami sesali. Mereka tak menepati janji, sehingga membuat kami pedagang di Pasar Raya teraniaya. Dinas Perdagangan harus segera bertindak cepat dan turun melihat kondisi ini,” tukasnya.
Pedagang lainnya, Edi mengatakan harga dan stok ayam sudah sangat mengkhawatirkan. Jika kondisi ini didiamkan, kelangkaan ini akan terus berlanjut sampai Ramadhan nanti. “Seharusnya ada sikap tegas dari dinas terkait untuk menyikapi hal ini. Imbasnya tak hanya pada konsumen tapi juga pedagang,” tandasnya.
Para pedagang juga menyebut, harga ayam yang tak kunjung turun dan harga saat ini adalah yang paling tinggi selama 10 tahun terakhir. Sementara saat ini sudah menjelang Ramadhan. Jika pasokan ayam terus dikurangi oleh perusahaan inti, mereka yakin harga ayam akan terus meroket.
Saat ini harga ayam potong dijual Rp33 ribu/kilogram. Padahal dalam kondisi normal adalah Rp23 ribu sampai Rp26 ribu per kilogram.
“Sudahlah mahal, ayamnya juga tak ada alias langka,” sebut Edi Prima.
Terpisah, Kepala Dinas Pangan Kota Padang, Andree Algamar mengatakan selama ini tak ada kesepakatan resmi untuk penjatahan ayam untuk kota Padang. Pihaknya sudah melakukan pemantauan kenaikan harga ayam di produsen PT Karya Semangat Mandiri, Agen Berkat Ilahi serta Pasar Raya.
Survei di lapangan diketahui penyebab kenaikan harga ayam di beberapa lokasi disebabkan karena lonjakan permintaan pasar dan banyaknya permintaan dari luar daerah, panjangnya mata rantai distribusi.
“Selain itu kenaikan harga ayam karena dipengaruhi momen tertentu seperti hari Natal, Tahun Baru, menjelang puasa dan Hari Raya Idul Fitri. Selain itu kenaikan juga karena semakin banyaknya permintaan akibat peralihan konsumsi ikan ke ayam serta kenaikan harga pakan ayam. (tin)






