METRO SUMBAR

Kepala BINDA: Tingkatkan Imun dan Cegah Resiko Terinfeksi Covid-19 dengan Vaksin

0
×

Kepala BINDA: Tingkatkan Imun dan Cegah Resiko Terinfeksi Covid-19 dengan Vaksin

Sebarkan artikel ini
Illustrasi.

PADANG, METRO–Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Sumatra Ba­rat terus mengajak seluruh masyarakat yang belum divaksin untuk segera mendatangi gerai-gerai vaksin yang ada. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BINDA Sumbar, Hendra Rabu (5/1) di Padang. Program vaksinasi massal kata Hendra, tidak hanya salah satu upaya Pemerintah untuk me­ng­akhiri pandemi Covid-19 termasuk menghindari penyebaran varian Omicron. Namun juga, bagian dari cara Peme­rintah untuk mengurangi ting­kat resiko apabila masyarakat terinfeksi pandemi mematikan ini.

Menurut Hendra, tingkat resiko yang dialami pasien terkonfirmasi positif Covid-19 apabila sudah menerima suntikan vaksin dosis pertama dan kedua, sangat rendah jika dibandingkan dengan pasien yang belum menerima suntikan vaksin.

“Vaksin ini, mengurangi tingkat resiko apabila terinfeksi. Sejak awal Covid-19, kita tahu resiko apabila terinfeksi yakni kematian. Nah, vaksin ini lah salah satu cara untuk me­ngurangi tingkat resiko itu,” kata Hendra.

Hendra menjelaskan, me­rujuk data rilis Kementerian Kesehatan saat ini persentase capaian vaksinasi Sumatra Barat belum mencapai 70 persen. Baru 68,47 persen untuk dosis pertama dan 43,43 per­sen untuk dosis kedua. Capaian ini rentan terhadap pe­nyebaran varian Omicron yang saat ini sudah melanda ratusan negara.

Hendra menambahkan, untuk kategori kelompok lansia, sampai hari ini baru 220,227 orang atau 44,98 persen pe­nerima dosis pertama dan 116,543 orang atau 23,80 per­sen yang sudah di suntik dosis kedua. Itu artinya capaian vaksinasi pada kelompok lansia, masih sangat jauh dari target.

Hasil capaian vaksinasi pada kelompok usia 12 hingga 17 tahun kata Hendra, sangat memuaskan. Kini, dari total target penerima sebanyak 589,723 pada kelompok ini, 533,779 diantaranya atau 90,51 persen, sudah menerima sun­tikan dosis pertama dan 394,726 atau 66,93 persen sudah me­nerima suntikan vaksin kedua.

Lebih lanjut Hendra me­nyebutkan, terkait dengan kelanjutan program vaksinasi untuk mencapai target 70 persen, BINDA Sumatra Barat hari ini melaksanakan vaksinasi di delapan wilayah yakni Kota Sawahlunto, Kota Padang, Kab. Padang Pariaman, Agam, Solok, Limapuluh Kota, Tanah Datar, dan Kab. Pesisir Selatan dengan target peserta seba­nyak 10 ribu orang yang terdiri dari masyarakat umum, pelajar dan anak usia 6-11 tahun.

“Berkaitan dengan lanjutan program vaksinasi, hari ini kita Kembali melaksanakan di delapan wilayah dengan total target penerima sebanyak 10 ribu orang. Kita harapkan, target ini akan tercapai lebih sehingga persentase 70 persen tercapai dan kekebalan kelompok ter­wujud,”kata Hendra.

Hendra mengatakan, sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi dan Kepala Badan Intelijen Nasional Jendral Pol (P) Budi Gunawan, program vaksinasi terus dilanjutkan dengan sasaran penerima kelompok masyarakat umum, lansia, pe­lajar dan usia 6 hingga 11 tahun.

BINDA Sumatra Barat tambah Hendra, juga mengimbau kepada seluruh lapisan ma­syarakat untuk mewaspadai potensi ledakan kasus Varian Omicron yang penularannya menurut para ahli sangat cepat. Data per 3 Januari 2022, ada peningkatan yang cukup signifikan. Dari 115 Negara yang mengkonfirmasi temuan kasus varian Omicron, kini menjadi 132 Negara termasuk Indonesia. Total kasus terkonfirmasi secar global dari 184.607 kini melonjak menjadi 408.651 kasus.

Untuk Indonesia ujar Hendra, per 3 Januari 2021, tercatat ada 152 kasus. Turki, Arab, dan USA merujuk pada data yang ada, adalah asal Negara kedatangan yang mendominasi pada kasus Omicron ini. Untuk itu, WNI diimbau untuk mempertimbangkan Kembali negara-negara tersebut sebagai negara tujuan perjalanan. “Dari 152 kasus tersebut, 54 persen pasiennya diisolasi di RSDC. Kasus didominasi ke­lompok WNI 88 persen, kelompok usia 41 sampai 50 tahun 30 persen dan berjenis kelamin 57 persen. Dari total temuan kasus itu, terkonfirmasi 82 per­sen sudah menerima vaksinasi dosis lengkap. Rata-rata bergejala ringan seperti batuk, pilek dan sakit tenggorokan,”tutup Hendra. (rom)