SAWAHAN, METRO–Komisi II DPRD Kota Padang menggelar rapat evaluasi kerja dengan OPD mitra kerja, Dinas Bapenda, Dinas Perdagangan, BPKA, Rabu (5/1) di ruang sidang paripurna DPRD Kota. Ketua Komisi II DPRD Jumadi menyampaikan rapat evaluasi dilaksanakan dalam rangka mengetahui capaian kinerja, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2021 dan rencana kerja Tahun 2022.
“Kita ingin tahu OPD mana yang rendah capaian PAD dan ke depan diharapkan capaian pendapatan meningkat,” ujar kader Golkar ini.
Ia menyampaikan dari hasil pertemuan sekarang, alhamdulillah OPD penghasil PAD mitra komisi II capaiannya diatas 60 persen seperti Dinas Perdagangan realisasi PAD mencapai Rp10 miliar dari target yang diberikan Rp12 miliar di tahun 2021. Sedangkan pada 2020 capaiannya Rp5 miliar dari target Rp8 miliar.
“Kita sangat apresiasi kenaikan itu dan berharap ditingkatkan ke depannya,” kata Jumadi didampingi Wakil Ketua Komisi II Rustam Efendi.
Untuk OPD-OPD yang targetnya tidak terealisasi diatas 75 persen seperti Dishub, Dinas Pertanian dan lain sebagainya, diminta ke depan giat lagi bergerak cepat (gercep) dan cari terobosan baru. Jangan diam saja.
“Apabila OPD tidak bekerja maksimal juga, Wako mesti evaluasi pejabatnya. Jangan dipertahankan juga. Sebab dampaknya untuk pemerintahan,” tegasnya.
Asisten II Setdako Padang, Endrizal yang hadir dalam rapat kerja menyampaikan pesan yang disebutkan komisi II DPRD Padang akan ditindak lanjuti sesegeranya dan dijadikan evaluasi nanti. “Kita siap ingatkan OPD yang rendah capaian target dan akan dorong bergerak lebih kencang lagi. Supaya realisasi pendapatan hasilnya maksimal dan PAD naik,” ucap Endrizal.
Untuk OPD yang melempem saja, pihaknya akan minta ke Wako supaya dievaluasi dan menempatkan seseorang ASN sesuai kompetensi. Ke depan, diminta kepada OPD yang ada selalu koordinasi dalam bekerja. Baik atasan dan semua pihak. (ade)






