SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Ratusan KK Dapat Bantuan Bibit Pinang dan Jahe di Kota Sawahlunto

0
×

Ratusan KK Dapat Bantuan Bibit Pinang dan Jahe di Kota Sawahlunto

Sebarkan artikel ini
WAlikota Sawahlunto Deri Asta menyerahkan bantuan bibit pianag kepad warga Kelurahan Aie Dingin Kecamatan Lembah Segar
SERAHKAN— Wali Kota Sawahlunto Deri Asta menyerahkan bantuan bibit pinang kepada warga Kelurahan Aie Dingin Kecamatan Lembah Segar.

SAWAHLUNTO, METRO–Kelurahan Aie Dingin Kecamatan Lembah Se­gar Kota Sawahlunto,  mem­­berikan bantuan bi­bit pinang dan jahe merah kepada 150 Kepala Keluarga (KK) yang diserahkan di Kantor Lurah setempat, Selasa (28/12).

Lurah Aie Dingin Syafni Arman, mengatakan telah menyediakan total sejumlah 4.000 batang bi­bit pinang varietas pinang batara yang telah bersertifikasi lembaga terkait.

Sedangkan untuk bibit jahe merah, dikatakan Syafni telah disediakan total sejumlah 150 Kg. “Setiap KK itu memperoleh jumlah bibit pinang dan jahe merah tergantung luasan lahan yang mereka sediakan. Jadi sebelum­nya kita survei dulu bersama Ketua RT dan RW bagaimana keseriusan dan komitmen masya­rakat dalam menyediakan lahan dan membuatkan lubang untuk ditanam bi­bit ini,” kata Syafni.

Baca Juga  Pemkab Solsel Imbau Masyarakat, Waspadai Wabah DBD

Wali Kota Sawahlunto Deri Asta yang menghadiri kegiatan penyerahan bibit pinang itu bersama Ketua DPRD Eka Wahyu mengapresiasi Kelurahan Air Dingin yang telah mem­berikan bantuan untuk mendukung pemanfataan lahan sekaligus peningkatan ekonomi produktif ma­syarakat.

“Pesan kami, untuk memperoleh hasil panen yang maksimal maka pinang dan jahe ini harus memperoleh perhatian dan perawatan yang baik. Kami instruksikan kepada Penyuluh Pertanian La­pangan (PPL) untuk mendampingi masyarakat pe­nerima sehingga dalam merawat pinang ini berdasarkan ilmu,” kata Deri Asta.

Baca Juga  Kasi Penmad Berikan Arahan, Penerbitan Ijazah dan Penyerahan Blangko

Sementara Ketua DPRD Kota Sawahlunto Eka Wah­yu, mengatakan pihak Kelurahan dan PPL hendaklah intensif dalam membimbing sampai me­ngevaluasi penanaman dan perawatan bibit tersebut.

“Tentu kita ingin manfaatnya berkelanjutan. Maka perlu didampingi terus menerus dan juga evaluasi, kalau misalnya ada yang tidak maksimal harus dipelajari bagaimana solusinya. Ini agar tujuan peningkatan ekonomi produktif masyarakat tercapai,” kata Eka. (pin)