METRO SUMBAR

Dalam Pembangunan Hindari Diskriminasi Gender

0
×

Dalam Pembangunan Hindari Diskriminasi Gender

Sebarkan artikel ini

PDG.PANJANG, METRO–Keberhasilan pem­ba­ngu­nan tidak terlepas dari peran serta masyarakat secara utuh, baik laki-laki maupun perempuan. Kebu­tuhan keduanya pun harus terakomodir, jangan sam­pai terjadi diskriminasi.

Kepala Seksi Pengaru­su­t­a­maan Gender (PUG) Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPKBPPPA), Fita Gusta, SKM mengatakan, dalam pembangunan harus bersikap adil, tidak boleh memihak kepada salah satu gender saja.

”Adil itu sesuai kebutuhan. Tidak boleh memihak pada salah satu saja. Kalau memihak, itu berarti diskriminasi gender,” ungkapnya saat Rapat Evaluasi PUG serta Perenca­naan dan Penganggaran Res­ponsif Gender (PPRG), Selasa (28/12).

Baca Juga  Bupati Pasaman Sabar AS, Ajak Masyarakat Jaga Kenyamanan Ramadhan

Fita Gusta mencontohkan, pada perencanaan kegiatan di suatu kelurahan harus mengakomodir seluruh kebutuhan, baik laki-laki maupun perempuan. “Ketika kita hanya memikirkan pelatihan untuk laki-laki saja atau perempuan saja, sudah tentu ini adalah diskriminasi gender,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pem­berdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) DSPPKBPPPA, Tismaria, SE, M.Si menyebutkan, PUG menjadi perhatian serius bagi Pemko.

Atas upaya ini, katanya, Pemko diapresiasi pusat dengan mendapatkan pe­ng­har­gaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2021. Yaitu penghargaan kepada pemerintah daerah yang dinilai telah berkomitmen dalam pencapaian dan perwujudan kesetara­an gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta memenuhi kebutuhan anak.

Baca Juga  Setelah Dinyatakan Hilang Beberapa Bulan, Andriansis Bertemu Kembali dengan Anak dan Istrinya

”Penghargaan ini kem­bali diraih Pemko di tahun 2021. Sempat diraih tahun 2016 dan terputus karena beberapa hal,” ujarnya.

Adapun pada rapat eva­luasi bersama OPD terkait ini, Tismaria meminta kerja sama lintas OPD terkait penginputan data PUG. “Ta­hun 2020, Februari kita sudah mulai entry data untuk penilaian PUG ini. Ada 46 indikator, sama dengan pe­nilaian Kota Layak Anak,” tuturnya. (rmd)