PASBAR,METRO–Wakil Bupati Pasaman Barat (Pasbar), Risnawanto melakukan panen raya padi biofortifikasi yang memiliki nilai gizi tinggi kemarin. ”Budidaya padi biofortifikasi ditujukan untuk penyediaan beras yang kaya gizi, terutama untuk mengatasi kondisi stunting,” katanya Risnawanto, saat panen raya padi biofortifikasi bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Albasiko 1 Kinali di Jorong Bunuik, Nagari Kinali, Kecamatan Kinali Pasbar. Menurutnya kebutuhan manusia terdiri dari tiga yakni kebutuhan pangan, sandang, dan papan. ”Kebutuhan pangan ini harus terpenuhi dengan baik, apalagi saat ini sudah ada padi biofortifikasi yang dikatakan bisa mencegah stunting,” katanya.
Ia melihat di Jorong Bunuik ini luas lahan pertaniannya sekitar 300 hektare dan jumlah petani 600 orang. Bisa dikatakan Gapoktan ini sebagai penyumbang swasembada pangan yang cukup besar di Pasaman Barat. Untuk mendukung itu, katanya, tentunya perlu dukungan dan perhatian dari pemerintah, karena yang hadir pada kegiatan panen raya tersebut juga ada anggota eksekutif dan legislatif, untuk itu diharapkan petani mendapatkan perhatian lebih.
Ia mengatakan akan membangun jalan tani pada anggaran 2022 mendatang. Ia menilai keberadaan jalan tersebut sangat membantu dan mendukung kesuksesan petani. ”Kalau untuk jalan tani, tahun 2022 mendatang sudah kita anggarkan pembangunannya, karena jalan tani ini merupakan salah satu pendukung atau akses bagi petani menuju kesuksesan. Untuk itu, pertahanan hasil panen kita yang cukup tinggi ini dan terus ditingkatkan,” harapnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Pasbar, Dody San Ismail mengatakan, bahwa pengembangan padi biofortifikasi yang merupakan salah satu program prioritas nasional Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden K.H Ma’aruf Amin.
Menurutnya di Pasbar, terdapat 100 hektare lahan padi biofortifikasi yang dikelola oleh lima kelompok tani. ”Proses penanaman benih sudah dimulai pada September, panen 21 Desember 2021 ini,” katanya. Ia menyebutkan, program pengembangan dan penanaman padi biofortifikasi di Pasaman Barat sangat disambut baik oleh petani.
Terlebih lagi, padi biofortifikasi ini memiliki kandungan gizi tinggi sehingga dapat membantu mengatasi kekurangan zat besi pada masyarakat. ”Pengembangan budidaya padi biofortifikasi atau Inpari IR Nutri Zinc telah dilakukan sejak 2020 di beberapa daerah yang memiliki prevalensi balita stunting tinggi. Tahun ini, pemerintah melalui Kementerian Pertanian menargetkan pengembangan padi biofortifikasi sebanyak 46 hektare di 26 provinsi,” sebutnya.
Kemudian, katanya pengembangan varietas padi yang memiliki kandungan sumber mineral atau zinc (Zn) tersebut merupakan terobosan dalam penanggulangan kekerdilan (stunting) di Indonesia. Dengan kandungan zinc mencapai 34,51 ppm, padi biofortifikasi diklaim bisa mengoptimalkan pertumbuhan tinggi dan berat anak. ”Selain panen raya, kita sudah melakukan kegiatan Optimalisasi dan Peningkatan Indeks Pertanaman (OPIP) Kegiatan IPDMIP yang dibiayai oleh hibah dari pemerintah pusat ke daerah irigasi Batang Bunut kerjasama dengan IFAD, ADB,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Gapoktan Albasiko 1 Kinali, Syamsuri menjelaskan jika produksi padi di kelompoknya berkisar 6,9 ton per hektare. Ia berharap kepada Pemkab Pasaman Barat dan anggota DPRD agar tetap memperhatikan petani sehingga bisa menjadi petani sukses. ”Kami mohon dukungan dari semua pihak agar Gapoktan Albasiko 1 ini sukses. Kami juga mohon dukungan untuk membangun musholla Gapoktan Albasiko 1 ini tetap berjalan tentu dengan bantuan dari kita semua,” katanya. (end)






