BERITA UTAMA

Pemilik Rumah Gadang Tewas Terpanggang di Nagari Simarasok, Terjebak saat Terjadi Kebakaran, Korban Tinggal Sendirian dan Sulit Berjalan

0
×

Pemilik Rumah Gadang Tewas Terpanggang di Nagari Simarasok, Terjebak saat Terjadi Kebakaran, Korban Tinggal Sendirian dan Sulit Berjalan

Sebarkan artikel ini
KEBAKARAN— Rumah Gadang di Nagari Simarasok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam mengalami kebakaran. Pemilik rumah dilaporkan tewas terpanggang.

AGAM, METRO–Sebuah Rumah Gadang yang berada di Nagari Simarasok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam ludes terbakar si jago merah pada Senin (20/12) sekitar pukul 23.30 WIB. Nahasnya, dalam musibah kebakaran ini, satu orang dilaporkan te­was terpanggang.

Korban bernama Nurbaiti (85) yang merupakan pemilik Rumah Gadang itu ditemukan petugas Dam­kar dalam kondisi yang sangat mengenaskan setelah berhasil memadamkan kebakaran. Jasad korban yang sudah tak utuh lagi, selanjutnya dievakuasi oleh petugas.

Diduga, korban yang memang tinggal sendirian di dalam rumah yang sebagian besar bermateraial kayu itu, tak sempat me­nye­lamatkan diri saat terjadinya kebakaran. Bahkan, warga sudah berusaha memberikan penyelamatan, namun karena api yang dengan cepat membesar, membuat warga tak berani masuk ke dalam rumah.

 “Korban adalah pemilik rumah atas nama Nurbaiti, suku Jambak tinggal sendirian di kediamannya berupa Rumah Gadang saat kejadian,” kata Komandan Regu (Danru) Dam­­kar Kabupaten Agam, Alex, Selasa (21/12).

Ia mengatakan, korban tidak dapat terselamatkan oleh warga dan tim pemadam karena api dengan cepat membakar menyebar ke seluruh bagian Rumah Gadang yang memang di­bangun menggunakan ka­yu.

“Kita juga mendapat informasi dari warga Simarasok atas musibah kebakaran ini dan tiba di lokasi saat api sudah tidak terkendalikan lagi. Sebagian besar bangunan sudah habis terbakar,” ujarnya.

Alex menyebut, tim pemadam yang langsung datang ke lokasi sebanyak 6 unit berasal dari Damkar Kabupaten Agam 3 unit, dan dibantu dari Damkar Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota masing-masing satu unit.

“Kerugian sekitar Rp150 juta, asal api hingga saat ini masih belum diketahui, api bisa dipadamkan sekitar satu jam setelahnya dibantu warga Jorong Koto Tuo. Untuk penyebab kebakaran masih penyelidikan oleh Polisi,” ujar Alex.

Dijelaskan Alex, korban meninggal dunia merupakan perempuan lanjut usia. Korban diketahui menderita sakit pada kakinya hingga sulit untuk berjalan. Dia tinggal di rumah gadang yang disebut masyarakat sekitar dengan nama Rumah Tuo Baiti.

“Jasad korban ditemukan setelah kami berhasil memadamkan api. Jena­zah korban kemudian dibawa ke rumah kerabat terdekat untuk segera disemayamkan di pemakaman keluarga,” pungkasnya. (pry)