METRO NASIONAL

Bukan Cuma Jago Pencitraan, Dicari Calon Presiden yang Peduli Dengan Guru Honorer

0
×

Bukan Cuma Jago Pencitraan, Dicari Calon Presiden yang Peduli Dengan Guru Honorer

Sebarkan artikel ini
BERSAMA—Ketum FGHNLPSI dan perwakilan FGHNI Heti Kustrianingsih bersama murid-muridnya.

JAKARTA, METRO–Ketum Forum Guru Ho­norer Negeri Lulus Passing Grade Seluruh Indonesia (FGHNLPSI) Heti Kustria­ningsih makin gencar meng­kritisi pemerintah.  Heti kesal lantaran sampai saat ini janji-janji peme­rintah untuk mengangkat satu juta guru PPPK pada 2021, sekadar janji manis. Guru honorer dari Kota Cilegon ini masih ingat jelas peristiwa akhir 2020.

Saat itu dengan bang­ganya Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Tek­nologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengu­mumkan rekrutmen satu juta PPPK guru pada 2021. Pengumuman itu dilakukan di Istana Negara, disak­sikan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dan sejumlah menteri terkait.

Bahkan, Menteri Ke­uangan Sri Mulyani me­nyampaikan anggaran gaji PPPK guru 2021 sudah di­alokasikan Rp 19,1 triliun.

Hanya saja, sampai sa­at ini rekrutmen tidak tun­tas dan malah menim­bul­kan masalah. Ada banyak guru honorer yang me­lampaui passing grade ti­dak punya formasi. Se­mentara yang sudah lulus formasi tahap 1 belum dite­tapkan NIP PPPK-nya.

“Mana janjinya mau memuliakan guru honorer. Ini malah bikin guru ho­norer galau,” kata Heti ke­pada JPNN.com, Selasa (21/12).

Heti yang juga per­wa­kilan Forum Guru Honorer Negeri Indonesia (FGHNI) ini mengungkapkan, me­reka merasa menjadi alat politik menjelang pemilu 2024. Kondisi ini terus ter­jadi setiap kali ada Pilpres dan Pilcaleg.

Itu sebabnya kata Heti, guru honorer akan men­dukung capres dan caleg yang benar-benar peduli dengan guru honorer dan tenaga kependidikan. “Ka­mi apresiasi Mas Nadiem dengan program spek­takulernya. Namun, kami butuh realisasi bukan janji doang,” tegasnya. Dia me­nambahkan, guru honorer tidak akan lupa balas budi terhadap capres yang ber­pihak kepada mereka. “Aju­kan calonnya sekarang, akan kami cari tahu jam terbang yang mendukung guru honorer,” seru Heti Kustrianingsih.(esy/jpnn)