METRO SUMBAR

Akses Jalan Menuju Monumen dan Museum PDRI Rusak Parah

0
×

Akses Jalan Menuju Monumen dan Museum PDRI Rusak Parah

Sebarkan artikel ini
RUSAK PARAH— Kondisi jalan menuju Monumen dan Museum PDRI di Koto Tinggi yang rusak parah.

LIMAPULUHKOTA, METRO–Meski Monumen dan Museum Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) berdiri megah di atas perbukitan Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, namun akses jalan  menuju monumen dan museum tersebut sangat buruk. Untuk menuju monument dan museum tersebut, pengunjung ha­rus menempuh jalan di tengah hutan. Kondisi ja­lan­nya juga tidak datar tetapi mendaki dan menurun.

Pantauan POSMETRO Padang, Minggu (19/12), satu-satunya jalan tanah sepanjang sekitar 800 me­ter menuju monumen ter­sebut dipenuhi lumpur.  Kondisi ini terjadi karena sudah dua hari lokasi ter­sebut dilanda hujan lebat. Sementara, banyaknya kendaraan yang masuk menuju monumen dan mu­seum saat acara upacara peringatan Hari Bela Negara hari itu, juga ikut memperparah kondisi jalan.

Akibat jalan yang berlumpur, membuat kotor sepatu dan celana siswa dan siswi serta anggota pramuka yang datang meng­hadiri upacara de­ngan berjalan kaki. “Iya, parah ni jalannya. Berlumpur. Harusnya ini diperbaiki oleh pemerintah. Monumen dan museumnya di­bangun bagus-bagus, tapi jalannya tidak dibangun,” keluh Anggi (15), salah seorang siswi yang hadir mengikuti upacara.

Keluhan yang sama ju­ga disampaikan pengunjung lainnya, Teddy (25). Dengan potensi wisata sejarah yang dimiliki Koto Tinggi ini menurutnya ha­rus didukung dengan pembangunan infrastruktur yang memadai. Salah sa­tunya yang paling penting itu akses jalan.  “Kita berharap setelah Gubernur Sumbar, Bupati Limapuluh Kota dan banyak pejabat yang datang ikut upacara ke sini dapat melihat kondisi ini dapat menindaklanjuti kondisi jalan yang rusak ini,” harapnya.

Sementara, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansha­rullah mengatakan, kawasan Monumen dan Mu­sem PDRI ini ke depan memang akan dikembangkan.    Mahyeldi menambahkan, Monumen dan Mu­sem PDRI ini akan dijadikan ikon bagi pariwisata untuk Sumbar. Di mana, akan dibangun akses jalan yang akan menghubungkan jalan dari Koto Tinggi ini, menuju Suliki Kabupa­ten Limapuluh hingga ke Bonjol Kabupaten Pasaman hingga ke Riau serta Payakumbuh dan daerah lainnya.

“Akses jalannya perlu ditingkatkan. Karena di sini juga ada daerah wisata, dengan Seribu Rumah Gon­jong yang dikenal de­ngan Rumah Godang. Juga ada Gua Imam Bonjol serta perjalanan napak tilas dari Pasaman hingga ke Solsel. Apalagi di Koto Tinggi ini juga pernah jadi tempat  pemberitaan eksistensi NKRI melalui PDRI,” ujarnya.

Mahyeldi menyebutkan selain pengembangan wisata, kawasan tersebut juga akan dikembangkan untuk kawasan ekonomi dan pendidikan. “Saat ini museum dan auditorium sudah terbangun. Ke de­pan akan kita kembangkan lagi untuk kawasan eko­nomi, wisata dan pendidikan sehingga masyarakat sekitar bisa pula mendapatkan manfaat,” kata Mah­yeldi usai menghadiri Upacara Peringatan HBN ke-73 di Koto Tinggi Kecamatan Gunung Omeh Kabupaten Limapuluh Kota, Ming­gu (19/12).

Pengembangan kawa­san ekonomi sangat tepat dilakukan kerena Koto Ting­gi merupakan pusat segi tiga emas dari tiga kabupaten. Di antaranya Kabupaten Limapuluh Ko­ta, Agam dan Pasaman.

Jarak antara Koto Tinggi ke Palupuh Kabupaten Agam hanya 50 kilometer, sementara ke Kabupaten Pasaman hanya 25 kilometer. Sudah ada akses jalan yang saat ini dalam pe­ngerasan. Ke depan akses jalan itu bisa dibangun agak lebar, sehingga mem­­­persingkat jarak tem­­­puh antar tiga daerah.  “Akses dari Padang ke Monumen Nasional ini juga akan semakin sing­kat via Palupuh Agam,” kata Mahyeldi.

Koto Tinggi juga me­nyimpan banyak potensi pariwisata. Desa Saribu Gonjong (Sarugo) baru sa­ja mendapatkan peringkat 4 nasional Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dari Kementerian Pariwisata.  Situs sejarah PDRI juga tersimpan pada beberapa titik di Koto Tinggi yang nantinya bisa dikembangkan sebagai wisata sejarah. “Kita juga akan me­ngembangkan sektor pendidikan sehingga daerah ini akan ramai dan perekonomian masyarakat terangkat,” terang Mahyeldi. (fan)