METRO SUMBAR

Bupati Tanah Datar Hadiri Rapat Koordinas Lintas Sektoral

0
×

Bupati Tanah Datar Hadiri Rapat Koordinas Lintas Sektoral

Sebarkan artikel ini
PIMPIN—Bupati Eka Putra pimpin rakor lintas sektoral.

TANAHDATAR, METRO–Bupati Tanah Datar Eka Putra hadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka Persetujuan Substansi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tanah Datar bersama Plt. Dirjen Tata Ruang Kementerian PUPR RI Dr. Ir. Abdul Kamarzuki. MPM, di Ballroom Hotel Sultan Ta­nah Abang Jakarta Pusat, Rabu (15/12) Pada rakor tersebut juga hadir Walikota Pariaman, Walikota Malang, Bupati Semarang, Ketua DPRD Tanah Datar beserta Wakil Ketua dan tim Pansus RTRW, serta 7 (tujuh) Kepala Dinas PUPR yang berbatasan wilayah dengan kabupaten Tanah Datar.

Selain itu, rakor juga diikuti oleh Kementerian/lembaga, Sekda Tanah Datar, para Asisten dan Kepala OPD secara virtual zoom. Bupati Eka Putra saat ekspos dihadapan Plt. Dirjen Tata Ruang, me­nyampaikan bahwa tujuan penataan ruang dalam RTRW kabupaten Tanah Datar 2021-2041 adalah untuk mewujudkan struktur dan pola ruang kabupaten yang terintegrasi berbasis pertanian dan pariwisata berlandaskan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Selain itu juga berkaitan dengan rencana pembangunan jalan tol trans sumatera dengan ruas Padang – Pekanbaru yang merupakan kebijakan strategis nasional, dimana rencana tersebut juga melewati wilayah kabupaten Tanah Datar, tepatnya di kecamatan X Koto dan kecamatan Batipuh.

Baca Juga  Mukhlis SE Jemput Aspirasi ke Komplek Lubuk Intan & Pesona II

Tidak itu saja, Bupati juga sampaikan penataan ruang juga dimaksudkan untuk meningkatkan sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan di ka­bupaten Tanah Datar. Dimana dalam RTRW kabupaten Tanah Datar 2021-2024 tersebut terdapat usulan peningkatan jalan arteri dan ruas jalan kolektor, yang merupakan akses keluar dan masuk ke kabupa­ten Tanah Datar.

“Selain usulan untuk peningkatan jalan, didalam RTRW itu juga terdapat rencana pengembangan wisata yang terintegrasi di kawasan danau Singkarak, serta rencana pemba­ngu­nan fasilitas dan utilitas yang memadai untuk me­nunjang kepariwisataan kita,” ungkap Bupati.

Pada kesempatan itu Bupati juga berharap rencana pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional Singkarak dan sekitarnya mendapatkan du­kungan dari semua pihak termasuk dukungan dari pusat dan provinsi.

“Kalau kita berbicara kabupaten Tanah Datar, maka tidak akan terlepas dari perbincangan di sektor pariwisata dan sektor pertanian. Pengembangan wisata unggulan serta pe­ngem­bangan kawasan yang da­pat menunjang industri pariwisata harus sa­ling terintegrasi demikian juga dengan pengemba­ngan sektor pertanian baik budi daya pertanian, perikanan, peternakan maupun perkebunan,” tambah Bupati Eka.

Baca Juga  BSU Rp. 600.000, Disalurkan di Pessel pada Warga Belum Pernah Menerima Bantuan

Selain pada sektor pariwisata dan pertanian, di­sampaikan Bupati Eka Putra bahwa arah pengembangan wilayah di kabupa­ten Tanah Datar juga meliputi pengembangan pusat kegiatan lokal Batusang­kar, yang bertujuan untuk memberikan pelayanan skala kabupaten baik fasi­litas umum maupun fasi­l­itas sosial.

“Kecamatan Salimpaung dan sekitarnya akan kita arahkan untuk pengemba­ngan pariwisata juga UM­KM, sementara untuk kawasan Lintau Buo Utara dan sekitarnya akan kita kembangkan kawasan pertambangan terutama tambang batu gamping. Di Lintau Buo dan sekitarnya a­kan kita jadikan pusat pe­ngem­bangan ayam pe­telur, per­kebunan rakyat serta pe­ngembangan UM­KM terutama tenun,” jelas Eka lagi.

Lebih lanjut, pengembangan wilayah berdasarkan potensi juga berlaku untuk seluruh kawasan di kabupaten Tanah Datar. Seperti halnya di kecamatan Rambatan dan danau Singkarak diarahkan untuk pengembangan pariwisata juga UMKM terutama pe­ngelolaan ikan Bilih yang merupakan ikan endemik danau Sungkarak.

Sementara kawasan X Koto dan sekitarnya juga diarahkan untuk pengembangan pertanian dengan komoditi utama sayuran dataran tinggi. “Selain pertanian di kawasan kecamatan X Koto juga telah kita kembangkan kawasan agropolitan dan pemba­ngu­nan sub terminal agribisnis yang terletak di Koto Baru,” ujarnya.. (ant)