METRO PADANG

PAN, PKS Jangan Bikin Rumit!, Aye: Wako seharusnya Jemput Bola ke DPP

0
×

PAN, PKS Jangan Bikin Rumit!, Aye: Wako seharusnya Jemput Bola ke DPP

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye.

SAWAHAN, METRO–Ketua Fraksi Gerindra DPRD Padang, Mastilizal Aye menilai persoalan kursi Wakil Wali Kota (Wawako) Padang yang belum jelas siapa penghuni­nya sampai sekarang tampaknya dirumit-rumitkan oleh kedua parpol pengusung, PKS dan PAN. Padahal, jika kedua partai lebih serius, siapa yang akan mendamping Wako Hendri Septa bisa ditentukan lebih cepat.

“Sebenarnya ini tidak rumit prosesnya. Kita sayangkan hal ini belum juga terlaksana. Dan, Wako Padang Hendri Septa yang juga Ketua DPD PAN Padang tidak serius nampaknya,” ujar Mastilizal Aye, Rabu (15/12).

Aye mengatakan, jika Hendri Septa selaku pim­pinan partai peduli dengan masalah kota yang ban­yak terbengkalai tentu masa­lah siapa pendampingnya telah diurusnya ke pusat. Namun, sampai detik ini, benang merahnya belum juga jelas. Sementara itu, publik telah banyak me­nanyakan. Bahkan DPRD Padang dituduh memperlambat proses pemilihan.

“Kita minta Wali Kota Padang tampil segera dan jawab permintaan warga,” ucap Aye selaku Wakil Ke­tua Komisi IV DPRD Pa­dang ini.

Ia mengatakan, Wako semestinya jemput bola ke DPP mempertanyakan hal ini. “Jangan menanti bola yang tak pasti. Ingat rak­yat, hentikan kepentingan kelompok,” tegasnya.

Selanjutnya, partai PKS diminta mengirim langsung nama calon Wawako ke Wako apabila telah diturunkan DPP PKS. Jangan disimpan lagi. “PKS mesti gerak cepat,” papar Aye.

Menurutnya, Kota Pa­dang dalam mengejar pe­nyelesaian pembangunan butuh kerja sama Wakil Wali Kota dan OPD lainnya. Karena itu, segera ditetapkan calon pendamping. Jangan tarik ulur, sehingga sudah berbulan-bulan Wa­ko Pa­dang tanpa pendam­ping.

Seperti diketahui, su­dah di penghujung tahun, Wali Kota Padang Hendri Septa masih tetap “menjomblo” tanpa ada pasangannya, Wakil Wali Kota. Sejak dilantik pada 7 April 2021 sebagai Wako menggantikan Mahyeldi yang memenangkan Pilkada Gubernur Sumbar, Hendri Septa resmi didapuk menjadi pemimpin kota bing­kuang ini.

Baca Juga  5 Pengedar Sabu Digulung di Kota Padang

Meski dua partai pengusung, yakni PKS dan PAN sudah ada mengusulkan nama-nama calon Wawako yang akan mendampingi Hendri Septa, namun itu hanya sebatas usulan saja. Pemilihan kursi Wawako Nampak mandek.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Padang, Surya Jufri meminta kepada partai pengusung PAN dan PKS serius dalam menyikapi kekosongan kursi BA 2 A yang telah lama tak dihuni. Karena sudah delapan bulan Wako Hendri Septa bekerja sendiri.

“Kita ingin kedua parpol mementingkan kepentingan rakyat daripada kepentingan kelompok, dan partai,” ujar Surya Jufri.

Ia menyampaikan, da­lam menyelesaikan masa­lah KotaPadang, Wako mes­ti bersinergi dengan Wakil Wali Kota, Sekda dan lainnya. Saat ini, kursi Wa­wako kosong sedangkan sekda hanya dijabat Pj. Tentu kewenangan terbatas dalam mengambil kebijakan.

“Kita berharap pengisian kursi BA 2 A tidak lagi diperlambat atau tahan-tahan. Jika PKS telah ada nama calon disertai rekomendasi DPP, layangkan langsung ke Wako,” tegas wakil rakyat III periode ini.

Ia menambahkan, Wa­ko selaku pimpinan partai diminta tidak bisu atau cuek merespon masalah ini. Wa­ko harus ikut mena­nyakan ke DPP kejelasan calon Wawako. Bila perlu jemput bola. Agar publik tidak me­nyoroti keterlambatan pe­ngisian kursi dan pelayanan pada masya­rakat tidak lama terganggunya.

“Komunikasi berjenjang antara kader mesti dijalin, jangan menanti bola yang tak jelas dari DPP,” paparnya.

Ia menyampaikan, apa­bila nama calon wawako sudah sampai di DPRD Kota Padang barulah mekanisme pemilihan dapat dilaksanakan dan Panitia Seleksi (Pansel) usai dibentuk bisa bekerja sebelum dilakukan pemilihan.

Menurutnya, Kota Pa­dang masih banyak programnya yang harus diselesaikan dan tak mampu dikerjakan sendiri. Maka dari itu segerakan tetapkan Wawako.

Baca Juga  Lapak Pedagang Marak di Muaro Lasak, Pantai Padang

Wako Hendri Septa beberapa waktu lalu mengaku, untuk kekosongan kursi Wawako diserahkan sepe­nuhnya kepada dua partai pengusung PAN dan PKS.

“Untuk nama Wawako saya serahkan sepenuhnya kepada partai,” kata Hendri Septa yang juga Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Pa­dang ini.

Untuk Partai PAN, ketika ditanya kapan waktunya menyerahkan nama calon Wawako, Hendri menjawab dengan tawa kelarakar dan belum memberi kepastian. “Tidak tahu lah saya. Di partai masih ada lagi di atas dalam hal ini pimpinan, itu urusan mamak-mamak kita di atas,” ujar Hendri Septa.

Sementara itu, Ketua DPRD Padang Syafrial Kani mengatakan, DPRD Kota Padang mendorong PKS dan PAN untuk segera me­nyodorkan nama calon Wakil Wali Kota Padang.

“Hal ini telah urgen. Untuk itu kami telah mendorong kepada partai pengusung untuk segera me­ngisi kekosongan Wakil Wali Kota Padang. Jangan sampai masyarakat menyalahkan  legeislatif dalam hal ini DPRD Padang, akibat masih kosongnya posisi Wawako Kota Padang,” kata Syafrial Kani.

Syafrial Kani yang juga Ketua DPC Gerindra Kota Padang ini menambahkan,  pengisian kursi Wakil Wali Kota Padang perlu dilakukan karena merupakan persoalan yang sangat prinsip. Dia menuturkan banyak persoalan di Kota Padang yang harus juga segera diselesaikan.

“Banyak persoalan hari ini yang masih belum ter­selesaikan oleh Pemko Padang, seperti fasilitas pendidikan hingga pelaya­nan kesehatan maupun ke­se­jahteraan ekonomi ma­syarakat. Tidak mungkin wali kota bekerja sendiri,” tegasnya.

Syafrial Kani menjelaskan, Padang adalah kota besar dan ibu kota Sumatera Barat. Padang  memiliki persoalan cukup banyak, yang harus diselesaikan secara utuh dan harus berdasarkan kerja sama yang lebih baik. (ade)