A.YANI, METRO–Pemko memperkuat sinergi dan kerja sama dengan perguruan tinggi dalam upaya pembangunan wilayah melalui kampung tematik.
Senin (14/12) malam, dilakukan audiensi antara Pemko Padang dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X dan sejumlah pimpinan Perguruan Tinggi.
“Kampung Tematik merupakan salah satu dari 11 program unggulan Pemerintah Kota Padang. Kita sudah punya Perwako sebagai dasar hukum dalam pengembangan Kampung Tematik. Ada 1 kelurahan yang dipilih dari 1 kecamatan,” ucapnya.
11 Kelurahan tersebut yakni, Kelurahan Mata Air dengan tema Kampung Tematik Kampung Wisata Alam (Bukit Matoa), Kelurahan Andalas dengan tema Kampung Tematik Kampung Eco Enzym, Kelurahan Purus dengan tema Kampung Tematik Kampung Nelayan (Elo Pukek).
Kemudian Kelurahan Gunung Pangilun dengan tema Kampung Tematik Kampung Akrilik, Kelurahan Bungus Timur dengan tema Kampung Tematik Kampung Ikan Hias, Kelurahan Batung Taba Nan XX dengan tema Kampung Tematik Kampung Wisata Alam (Bukit Nobita), Kelurahan Batu Gadang dengan tema Kampung Tematik Kampung Kerajinan Daur Ulang Sampah dan Seribu Keripik.
Untuk Kelurahan Limau Manis dengan tema Kampung Tematik Kampung Manggis, Kelurahan Gunung Sarik(Kampung Tematik Kampung Adat), Kelurahan Tabing Banda Gadang (Kampung Tematik Kampung Wisata Sejarah (Lubang Jepang) dan Kelurahan Pasie Nan Tigo (Kampung Tematik Kampung Nelayan Bestari).
Hendri Septa meyakini dengan keterlibatan perguruan tinggi akan mempercepat upaya dalam mewujudkan kampung tematik di Kota Padang. Karena perguruan tinggi dengan Tri Dharma peguruan tinggi (Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) sangat sejalan dengan upaya dalam mewujudkan kampung tematik dimana melibatkan masyarakat langsung.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah X Prof. Dr. Herri, MBA menjelaskan, LLDIKTI Wilayah X merupakan salah satu unit kerja di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang memiliki tugas dan fungsi di bidang fasilitasi peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi di wilayah kerjanya (Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan Kepulauan Riau).
“Secara total kita memiliki perguruan tinggi di empat provinsi sebanyak 235, di Sumatera Barat sebanyak 91, dan total mahasiswa kita itu sekitar 290 ribu untuk 4 provinsi. Di Sumatera Barat saja ada sekitar 90 ribu mahasiswa,” sebutnya.
Mengenai pengembangan Kampung Tematik, Prof. Dr. Herri, MBA menyampaikan, perguruan tinggi dengan segala potensi yang ada seperti mahasiswa, dosen, prodi serta sumber lainnya yang siap mendukung terwujudnya Kampung Tematik di Kota Padang. (rel)





