BERITA UTAMA

Mendagri Bakal Tegur Daerah yang Tak Capai Target Vaksinasi

0
×

Mendagri Bakal Tegur Daerah yang Tak Capai Target Vaksinasi

Sebarkan artikel ini
Tito Karnavian Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

JAKARTA, METRO–Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengarahkan daerah untuk terus melakukan percepatan vaksinasi. Se­jumlah daerah, termasuk Sulawesi Tenggara (Sultra), memiliki capaian vaksinasi yang masih jauh dari target. Daerah yang tidak memenuhi capaian 70 persen hingga akhir tahun akan diberikan surat teguran.

“Masih ada beberapa daerah yang memang belum mencapai target 70 persen capaian vaksinasi, termasuk salah satunya di Sulawesi Tenggara. Kami mengharapkan daerah untuk melakukan percepatan-percepatan agar target bisa tercapai dalam tiga minggu ke depan,” kata Tito dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos. com, Minggu (12/12).

Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Sultra Ali Mazi, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu, dan sejumlah pejabat lain.

Menurut Tito, dari hasil koordinasi dengan daerah di Sultra, ada sejumlah hambatan dan kendala yang dihadapi. Mulai dari ketersediaan vaksin di wila­yah, distribusi, hingga anggaran. Kendala ini dicoba untuk diatasi dengan berbagai upaya teknis dan stra­tegi.

Vaksin, misalnya, diarahkan untuk terus didistribusikan ke setiap daerah. Pendistribusian dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan daerah dalam me­laku­kan vaksinasi setiap hari. Hal tersebut untuk mencegah vaksin terbuang atau kedaluwarsa. Pada Oktober lalu, di Dinas Kesejatan Sultra ada 1.100 dosis vak­sin yang kedaluwarsa, sementara beberapa daerah masih kekurangan vaksin.

Baca Juga  Perkuat Layanan Terapi Sel, RSUP Dr. M. Djamil Gandeng Bifarma Adiluhung

Ketersediaan vaksin di provinsi juga tergolong kurang, yaitu sekitar 200 ribu dosis, dengan target tersisa lebih dari 1 juta orang. Pemerintah pusat melalui Kemenkes akan mengirimkan 600 ribu dosis vaksin ke Sultra dalam waktu dekat.

Untuk anggaran, ia me­lanjutkan, pemerintah da­erah bisa menggunakan anggaran penanganan Co­vid-19 yang telah dialokasikan sebelumnya. Sejumlah terobosan juga diperlukan, khususnya dalam mengumpulkan masyarakat agar mau mengikuti vaksinasi.

“Bagi daerah yang berhasil melakukan percepatan dalam tiga pekan ini, kami akan undang ke Ja­karta dan sebarluaskan informasinya. Sementara daerah yang tidak berhasil (capai target), kami akan tegur. Teguran nantinya bisa secara tertulis. Hal itu tentunya akan berpengaruh ke publik luas jika ada daerah yang tidak mampu melakukan percepatan,” tutur Tito.

Baca Juga  Resmi Mengaspal di Sumbar, New Agya Stylix With GR Aeropackage Makin Keren dan Sporty

Hingga Kamis (9/12/2021), capaian vaksinasi di Sultra baru 45,59 persen meski vaksinasi telah dilaksanakan sejak Maret lalu. Capaian ini menempatkan Sultra berada di posisi tiga terbawah se-Indonesia setelah Papua dan Aceh.

Dari 17 kabupaten dan kota, hanya Kota Kendari yang mencapai target 70 persen. Capaian vaksinasi di 16 daerah lain rerata di angka 40 persen, bahkan 20 persen. Beberapa daerah dengan vaksinasi terendah adalah Konawe Kepulauan, yaitu 22,21 persen, serta Buton dan Wakatobi, masing-masing 29 persen.

Tito mencontohkan, Ko­nawe Kepulauan rerata hanya melakukan vaksinasi kepada 24 orang dalam sehari. Angka ini tentu sangat sedikit meski pelaksanaan vaksinasi telah berjalan lebih dari enam bulan. Upaya kolaborasi dan koordinasi serta terobosan diperlukan untuk terus meningkatkan vaksinasi di masyarakat.

“Presiden dalam rapat terbatas Senin lalu menarget 70 persen masyarakat melakukan vaksinasi untuk dosis pertama secara nasional. Oleh karena itu, dalam tiga minggu ini akan dilakukan percepatan-percepatan agar target bisa tercapai,” katanya.(jpc)