BERITA UTAMA

Pasar Pusat Padangpanjang Terima  Sertifikat SNI dari Kementerian RI, Wako Fadly Amran: Revitalisasi Pasar, Strategi Tingkatkan Ekonomi

0
×

Pasar Pusat Padangpanjang Terima  Sertifikat SNI dari Kementerian RI, Wako Fadly Amran: Revitalisasi Pasar, Strategi Tingkatkan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
TERIMA SERTIFIKAT— Wali Kota Padangpanjang, H Fadly Amran, BBA menerima sertifikat SNI Pasar Pusat Padangpanjang dari Wamendag RI Jerry Sambuaga, Rabu (4/12).

PADANGPANJANG, METRO–Revitalisasi pasar rakyat yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Hal itu dibuk­tikan dengan Pasar Pusat Kota Padangpanjang yang sudah menerima Sertifikasi SNI dari Kementerian Perdagangan RI, Rabu (8/12).

Sertifikasi pasar rakyat ber-SNI akhir­nya mampu diraih Pasar Pusat Padangpanjang setelah melewati proses pendampingan, penilaian dan pemenuhan per­sya­ratan yang ditetapkan oleh Kementerian Per­dagangan Re­publik Indonesia (Ke­men­dag RI).

Sertifikat SNI langsung diserahkan Wakil Menteri Perdagangan Dr Jerry Sam­buaga kepada Wali Kota Padangpanjang H Fadly Amran, BBA, di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota.

Pasar Pusat Padangpanjang merupakan satu-satunya pasar yang me­raih sertifikasi SNI di Su­matra Barat tahun ini. Serta satu di antara tujuh pasar di Indonesia yang meraih anugerah tersebut.

Wako Fadly menyampaikan terima kasih kepada Kemendag yang telah menganugerahi sertifikasi SNI untuk Pasar Pusat Pa­dangpanjang.

“Alhamdulillah, Kemen­dag telah menganugerahi sertifikasi SNI untuk Pasar Pusat Padangpanjang. Ka­mi juga berterima kasih, menjadikan Kota Padangpanjang sebagai tuan rumah acara Penganugerahan SNI Pasar Rakyat ini,” ujarnya.

Fadly Amran menegaskan, revitalisasi pasar me­ru­pakan strategi dalam men­dorong peningkatan eko­nomi sekaligus me­wujud­kan kenyamanan, keamanan serta kelengkapan fasilitas umum.  Untuk itu, ia mengimbau seluruh pihak dapat bekerja sama menjaga fasilitas pasar dan memberikan pelayanan yang terbaik di pasar.

“Kita jaga fasilitas pa­sar ini dan kepada para pedagang dapat menyajikan kualitas terbaik untuk para pembeli,” tuturnya.

Sementara Gubernur Sumbar diwakili Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Asben Hendri, SE, MM mengatakan, pihaknya terus mendorong agar terwujudnya pasar memiliki standardisasi di Sumatera Barat, dengan menggelar perlombaan menggunakan indikator SNI.

Penerapan indikator SNI tersebut,  sebut Asben, guna mendorong agar pasar bisa lebih baik dan berharap pasar-pasar lain di Sumatera Barat juga mendapatkan pendampingan. “Harapan kami, selain Pasar Pusat Padangpanjang, mudah-mudahan pa­sar yang lain di Sumatera Barat bisa diikutkan pendampingan standardisasi SNI Pasar Rakyat selanjutnya,” tuturnya.

Anugerahkan SNI Pasar Rakyat

Wamendag Jerry mengatakan, SNI Pasar Rakyat yang diterima tujuh Kabupaten dan Kota, dapat men­­jadi contoh teladan bagi daerah lain.

 ”Tentu tidak hanya se­ka­dar penghargaan, tetapi kelayakan terhadap standardisasi SNI itu sendiri,” ucapnya.

Jerry juga meminta adanya gerakan digitalisasi penerapan pembayaran nontunai menggunakan QRIS. Disebutkannya, hal itu bagian dari program Kemendag.

“Penerapan QRIS di pasar ini, program Kemendag. Bila UMKM menggunakannya, sangat bagus. Prokes juga terjaga,” ujarnya.

Lebih lanjut Jerry mengatakan, salah satu strategi pemulihan nasional dilakukan dengan membangun dan revitalisasi pasar rakyat. Pembangunan ti­dak hanya fisik tetapi juga nonfisik seperti pengelolaan pasar. Pernyataan ini disampaikan Wamendag Jerry dalam penganugerahan sertifikat SNI Pasar Rakyat kepada tujuh Kabupaten dan Kota Se Indonesia.

“Salah satu strategi Kementerian Perdagangan dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional 2021 adalah penguatan pasar dalam negeri melalui revitalisasi pasar rak­yat. Konsep revitalisasi pasar rakyat tidak hanya sekadar pembenahan bangunan fisik, tetapi juga nonfisik yang terkait dengan pengelolaan pasar dan integrasinya dengan sektor lain,” kata Wamendag Jerry.

Ketujuh pasar rakyat yang mendapat Sertifikat SNI Pasar Rakyat yaitu Pasar Pusat Padangpanjang, Pasar Gentan Sleman, Pasar Cisalak Depok, Pasar Gunung Batu Bogor, Pasar Bauntung Banjarbaru, Pasar Gantung Belitung Timur, dan Pasar Paddys Market Kendari.

Penganugerahan dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Padangpanjang, Provinsi Sumatera Barat dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Turut hadir Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Per­dagangan Veri Anggrijono, dan perwakilan pemerintah daerah penerima penganugerahan SNI Pa­sar Rakyat.

Wamendag Jerry menambahkan, revitalisasi fisik dan manajemen pasar rakyat berpedoman pada SNI Pasar rakyat yaitu SNI 8152:2021. SNI Pasar Rak­yat saat ini merupakan hasil pembaruan dari edisi tahun 2015 dengan penambahan persyaratan yang mengakomodasi situasi dan perkembangan zaman.  Persyaratan-persyaratan tersebut terkait dengan digitalisasi dan aktivasi  pasar, pengelolaan berkelanjutan, penerapan protokol kesehatan, dan perubahan lainnya.

“Pada 20152020, pemerintah telah membangun dan merevitalisasi 5.491 pasar rakyat dari total­ 16.175 pasar rakyat di seluruh Indonesia. Sampai akhir 2021, terdapat 53 pa­sar rakyat yang telah mem­peroleh sertifikasi SNI Pa­sar Rakyat. Sebanyak 27 pasar diantaranya mendapatkan pendampingan dari Kementerian Perdagangan,” kata Wamendag Jerry.

Pengembangan pasar rakyat diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 2021 tentang Pe­nyelenggaraan Bidang Per­dagangan. Peraturan Pemerintah tersebut menyatakan bahwa Pemerintah Pusat bekerja sama dengan Pemerintah Daerah untuk membangun, mem­­berdayakan, dan me­ningkatkan kualitas pengelolaan pasar rakyat.

Wamendag Jerry berharap, diterapkannya SNI Pasar Rakyat dapat membuat manajemen pengelolaan pasar rakyat menjadi lebih profesional sehingga memberi kenyamanan ba­gi pengunjung pasar. Hasil revitalisasi pasar dapat meningkatkan daya saing pasar rakyat sehingga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag Veri Anggrijono menyatakan, ketujuh pasar rakyat yang memperoleh sertifikat SNI Pasar Rakyat merupakan hasil­ pendam­pingan Kemendag atau Badan Standardisasi Nasional.

Menurut Veri, kegiatan pendampingan penerapan SNI Pasar Rakyat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelola pasar terkait manajerial pengelolaan pasar, pengelolaan lingkungan, penerapan pro­­tokol kesehatan, dan digitalisasi pasar berdasarkan SNI Pasar Rakyat. Upaya ini bertujuan agar pa­sar yang didampingi dapat menjadi pasar yang bersih, nyaman, aman, sehat, dan memiliki daya saing.

“Pemberian Sertifikat SNI Pasar Rakyat merupakan bukti bahwa pasar telah menerapkan SNI Pasar Rakyat secara konsisten. Komitmen dari pemerintah daerah, pengelola pasar, dan pedagang  sangat di­per­lukan untuk menjaga konsistensi mutu pasar secara berkelanjutan. Pasar yang telah ber-SNI dapat menjadi contoh bagi pasar lainnya untuk menerapkan SNI Pasar rak­yat,” tutur Veri.

Kunjungan UKM

Mengakhiri kunjungan ke Padangpanjang, Su­matra Barat, Wamen­dag Jerry juga meninjau pameran Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Padangpanjang. Pameran tersebut diadakan di Rumah Dinas Wali Kota Pa­dang­pan­jang, Provinsi Su­ma­tera Barat. Turut mendampingi Direktur

Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag Veri Anggrijono dan Wali Kota Padangpanjang Fadly Amran.

Pameran tersebut meng­­hadirkan sepuluh pe­la­ku UKM khas Kota Padangpanjang yang bergerak di bidang busana dan makananminuman. Pro­duk-produk yang dipamerkan antara lain batik, bordir, songket, kerajinan kulit, kopi bubuk, jahe bubuk, keripik sanjai, kerang keju, kue, serta produk olahan susu. Untuk mendukung transaksi nontunai, pameran tersebut telah meng­gu­nakan aplikasi QRIS. (rmd)