PAYAKUMBUH/50 KOTA

Gerakan 1000 Payobasuang Bawa LMP Juara Tingkat Sumbar

0
×

Gerakan 1000 Payobasuang Bawa LMP Juara Tingkat Sumbar

Sebarkan artikel ini

PAYOBASUANG, METRO–Lembaga Pemberda­yaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Payobasuang, Kecamatan Payakumbuh Timur berhasil menjadi Juara 1 dalam penilaian LPM Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2021 yang dilaksa­nakan pada 10 November 2021 lalu. Hal itu diketahui dari surat keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 411.2-923-2021 Tentang Penetapan Peme­nang Penilaian Lembaga Pemberdayaan Masya­rakat Nagari/Desa/Kelurahan Terbaik Tingkat Pro­vinsi Sumatera Barat Ta­hun 2021 yang keluar pada tanggal 3 Desember 2021.

LPM Kelurahan Pa­yo­basuang yang diketuai oleh Ir. Erry S. Djaren ini telah bersaing dengan LPM lainnya sebagai no­minator 6 besar, LPM ini juga merupakan juara 1 dalam Penilaian LPM Berprestasi Tingkat Kota Pa­yakumbuh pada tahun sebelumnya.

Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Dae­rah Kota Payakumbuh Ap­limadanar didampingi Kasubag Pemerintahan U­mum Atemugiarae dan Pembinaan Wilayah Ma­sa­riani saat ditemui media di kantornya, Kamis (9/12), menyampaikan prestasi ini merupakan prestasi yang membanggakan, ka­rena pada tahun-tahun sebelumnya LPM dari Kota Payakumbuh baru bisa mencapai nominator, belum bisa juara 1. “Alhamdulillah, ini berkat sinergi dan keinginan kuat dari masyarakat Payobasuang ditambah dengan semangat tim pembina dari OPD Pemko Payakumbuh, instansi vertikal, dan lembaga lainnya di Kota Payakumbuh,” kata Aplimadanar.

Aplimadanar me­nyam­­­paikan selamat kepada LPM Kelurahan Pa­yo­ba­suang yang telah berhasil menjadi pemuncak dari 19 LPM se kota/kabupaten di Sumatera Barat, menga­lahkan LPM Kota Padang Panjang yang meraih juara 2, sementara juara 3 diraih oleh Kabupaten Dharmasraya.

Baca Juga  Jelang MTQ Tingkat Sumbar, Payakumbuh Persiapkan Kafilah

“Sebenarnya kita memiliki LPM yang tangguh-tangguh, seperti tahun dulu kita juga masuk nominator 6 besar, diwakili LPM Tanjuanggodang Su­ngai Pinago, tapi belum berhasil meraih juara 1 di tingkat provinsi. Tentu prosesnya kita evaluasi setiap program berjalan. Kita satukan kekuatan dan tekad untuk bisa meraih kemenangan gemilang, kita persiapkan segala sesuatunya dengan baik,” kata Aplimadanar.

Lebih lanjut, Aplima­danar menjelaskan penilaian lapangan yang dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari Pemprov Sumbar, DPMD, Akademisi, dan DPD LPM Provinsi Sumbar dengan 10 indikator penilaian. Adapun indikator tersebut seperti legalitas kelembagaan, sarana dan prasarana, administrasi kelemba­ga­an, pelatihan-pelatihan, keterlibatan dalam pembangunan partisipatif kelurahan, sumber pen­da­na­an lembaga, keterlibatan LPM dalam program kelurahan, inovasi, tingkat partisipasi masyarakat, serta kolaborasi dan kerjasama LPM. “Bagaimana LPM melakukan penanganan Covid-19 juga menjadi fokus penilaian tim,” tambahnya.

Dihubungi terpisah, Ketua LPM Erry S Djarens menyampaikan merasa senang membawa nama kelurahan serta membawa nama Kota Payakumbuh, jerih payah selama ini dihargai dan dianggap bernilai di mata tim penilai.

Djarens juga menyampaikan keberhasilan LPM ini tak hanya dari LPM saja, tapi berkat seluruh masyarakat Payobasuang, baik yang berada di kampung dan di rantau. Termasuk pembinaan dari lurah, camat, dan pemko atas dukungan morul dan materil menghadapi lomba. “Sebagus apapun program LPM, kalau tak di­dukung masyarakat dan pemerintah, sama saja dengan non sense,” kata Djarens.

Baca Juga  Dorong Perkembangan Dunia Pariwisata Daerah, Irfendi Arbi Terima Penghargaan

Media kemudian me­ngulik, apa yang membuat LPM Payobasuang ini men­jadi unggul. Ada namanya program Gerakan Seribu Payobasuang, gerakan mengumpulkan dana atau donasi minimal Rp.1.000 rupiah perbulan perKK.  Ada 800 KK, kalau disiplin membayar bisa mengumpulkan sekitar Rp.800.000 ditambah bantuan dari donatur dan digunakan untuk keperluan masyarakat Payobasuang.

Seperti membayar BP­JS warga kurang mampu, ini sudah dimulai dari ta­hun 2016, sekaligus LPM sudah membuat kerjasama dengan BPJS dengan nama program Jaminan Kesehatan Kelurahan (Jam­keskel). “Penandatanganan MOU Jamkeskel ini di Indonesia baru ada 2. Yang pertama daerah di Jambi, selanjutnya kelurahan kita Payobasuang yang sekaligus menjadi yang pertama di Provinsi Sumbar,” kata Djarens.

Kemudian, Gerakan Seribu Payobasuang ini juga membantu beasiswa anak-anak keluarga tak mampu untuk bisa masuk sekolah SD, SMP, SMA, serta mahasiswa yang kesulitan biaya.  “Kami juga memberikan bantuan kepada pengusaha UMKM lemah modal, membantu lansia terlantar, atau warga langganan berobat yang kurang mampu. Man­faat dari program ini mungkin juga yang membuat nilai kita tinggi saat penilaian lomba, bahkan program ini secara berkesinambungan masih berjalan. Program tak sekedar dibentuk saat lomba saja, tapi murni dari ma­syarakat untuk ma­sya­rakat,” kata Djarens. (uus)