BUKITTINGGI, METRO–Pemko Bukittinggi melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), menggelar pendidikan politik untuk milenial dan perempuan di Grand Royal Denai Hotel selama dua hari, 7-8 Desember 2021.
Kepala Kantor Kesbangpol Bukittinggi, Nenta Oktavia menjelaskan, sosialisasi pendidikan politik ini, terselenggara berkat dana Pokir dua orang anggota DPRD Bukittinggi. “Dedi Fatria, mengarahkan dana Pokir untuk pendidikan politik bagi milineal. Sedangkan Rahmi Brisma, mengarahkan dana pokir untuk pendidikan politik bagi perempuan,” jelas Nenta.
Pelaksanaan sosialisasi politik milenial dan politik perempuan ini, dilaksanakan untuk memperluas pemahaman dan penghayatan serta wawasan terhadap masalah-masalah politik yang berkembang. Kegiatan ini juga dilakukan, untuk meningkatkan kualitas diri para milenial dan perempuan dalam berpolitik sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
“Peserta kegiatan ini berjumlah 40 orang yang dibagi menjadi 2 kelas, yaitu 20 orang kelas pendidikan politik milenial dan 20 orang kelas pendidikan politik perempuan,” jelas Nenta.
Wali Kota Bukittinggi Erman Safar, bersama Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial menyampaikan, sesuai UU No 2/2011 tentang Perubahan atas UU No 2 /2008 tentang Partai Politik, pendidikan politik merupakan proses pembelajaran dan pemahaman tentang hak dan kewajiban dan tanggung jawab setiap warga negara dalam kehidupan berbangsa bernegara.
Untuk itu dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara pendidikan politik sangatlah penting. Pada dasarnya, tujuan pendidikan politik untuk membangun pengetahuan politik masyarakat, membangun karakter masyarakat atau warga negara, seperti bersikap kritis, terbuka, jujur dan rasional, serta membangun kecakapan masyarakat. Melalui pendidikan politik, masyarakat diperkenalkan mengenai hak dan kewajibannya dalam kehidupan.
“Kami dari pemerintah, mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh Bapak Dedi Fatria dan Ibu Rahmi Brisma inim tentunya dengan kegiatan ini, peserta dapat meningkatkan kualitas kesadaran politik rakyat menuju peran aktif dan partisipasinya terhadap pembangunan politik bangsa secara keseluruhan,” ujar Erman
Anggota DPRD Bukittinggi, Dedi Fatria menjelaskan, pendidikan politik untuk para milenial ini, dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan lebih kepada generasi muda tentang ilmu politik. “Zaman saat ini banyak daerah dipimpin oleh generasi muda. Ini membuktikan perpolitikan bangsa Indonesia sudah banyak dilirik generasi muda. Untuk itu, kita juga harus lahirkan generasi penerus bangsa dari Bukittinggi yang dibekali dengan ilmu politik,” jelas Dedi.
Sementara, Anggota DPRD Bukittinggi Rahmi Brisma menjelaskan, saat ini partisipasi atau keterwakilan perempuan dalam parlemen, masih dinilai rendah. “Untuk itu, butuh pendidikan politik bagi perempuan, agar keterwakilan perempuan di parlemen semakin meningkat, untuk menyuarakan kepentingan masyarakat dalam pembangunan daerah,” jelas Rahmi.
Dalam kegiatan itu, Wakil Gubernur Sumbar, Audy Jonaidy bertindak sebagai pembicara utama. Sedangkan untuk narasumber bagi pendidikan politik milenial, dijadikan narasumber, anggota DPRD DKI periode 2014-2019, Rendika D Harsono, dosen Fisip Universitas Bung Karno, Ainul Yaqin dan Ketua prodi S2 magister ilmu politik Universitas Andalas, Tengku Rika Valentina.
Untuk pendidikan politik perempuan, dihadirkan narasumber, dosen politik IAIN Bukittinggi, Heru Permana Putra, aktivis perempuan, Sri Hayati dan Ketua Jurusan Ilmu Politik Unand, Indah Adi Putri. (pry)






