AGAM/BUKITTINGGI

Pendidikan Politik Penting bagi Millineal di Bukittinggi

0
×

Pendidikan Politik Penting bagi Millineal di Bukittinggi

Sebarkan artikel ini
PENDIDIKAN POLITIK—Walikota Bukittinggi Erman Safar menghadiri pendidikan politik bagi kaum milineal dan kaum hawa yang dilaksanakan Kesbangpol Bukittinggi.

BUKITTINGGI, METRO–Pemko Bukittinggi melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), meng­gelar pendidikan politik untuk milenial dan perempuan di Grand Royal Denai Hotel selama dua hari, 7-8 Desember 2021.

Kepala Kantor Kesbangpol Bukittinggi, Nenta Oktavia menjelaskan, sosialisasi pendidikan politik ini, terselenggara berkat dana Pokir dua orang anggota DPRD Bukittinggi. “Dedi Fatria, mengarahkan dana Pokir untuk pendidikan politik bagi milineal. Sedangkan Rahmi Brisma, mengarahkan dana pokir untuk pendidikan politik bagi perempuan,” jelas Nenta.

 Pelaksanaan sosialisasi politik milenial dan politik perempuan ini, dilaksanakan untuk memperluas pemahaman dan penghayatan serta wawasan terhadap masalah-masalah politik yang ber­kembang. Kegiatan ini juga dilakukan, untuk  meningkatkan kualitas diri para milenial dan perempuan dalam berpolitik sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

 “Peserta kegiatan ini berjumlah 40 orang yang dibagi menjadi 2 kelas, yaitu 20 o­rang kelas pendidikan politik milenial dan 20 orang kelas pendidikan politik perempuan,” jelas Nenta.

 Wali Kota Bukittinggi Erman Safar, bersama Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial menyampaikan, sesuai UU No 2/2011 tentang Perubahan atas UU No 2 /2008 tentang Partai Politik, pendidikan politik merupakan proses pembelajaran dan pemahaman tentang hak dan kewajiban dan tanggung jawab setiap warga negara dalam kehidupan berbangsa bernegara.

Untuk itu dalam kehidupan bermasyarakat, ber­bang­­sa dan bernegara pendidikan politik sangatlah pen­ting. Pada dasarnya, tujuan pendidikan politik untuk membangun pengetahuan politik masyarakat, membangun karakter masyarakat atau warga negara, seperti bersikap kritis, terbuka, jujur dan rasional, serta membangun kecakapan masyarakat. Me­lalui pendidikan politik, ma­syarakat diperkenalkan me­ngenai hak dan kewajibannya dalam kehidupan.

 “Kami dari pemerintah, mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh Bapak Dedi Fatria dan Ibu Rahmi Brisma inim tentunya dengan kegiatan ini, peserta dapat me­ningkatkan kualitas kesadaran politik rakyat menuju peran aktif dan partisipasinya terhadap pembangunan politik bangsa secara keseluruhan,” ujar Erman

 Anggota DPRD Bukittinggi, Dedi Fatria menjelaskan, pendidikan politik untuk para milenial ini, dilaksanakan untuk memberikan pengeta­huan lebih kepada generasi muda tentang ilmu politik. “Zaman saat ini banyak daerah dipimpin oleh generasi muda. Ini membuktikan perpolitikan bangsa Indonesia sudah banyak dilirik generasi muda. Untuk itu, kita juga harus lahirkan generasi pe­nerus bangsa dari Bukittinggi  yang dibekali dengan ilmu politik,” jelas Dedi.

 Sementara, Anggota DPRD Bukittinggi Rahmi Brisma  menjelaskan, saat ini partisipasi atau keterwakilan perempuan dalam parlemen, masih dinilai rendah. “Untuk itu, butuh pendidikan politik bagi perempuan, agar keterwakilan perempuan di parlemen semakin meningkat, untuk menyuarakan kepenti­ngan masyarakat dalam pem­bangunan daerah,” jelas Rahmi.

 Dalam kegiatan itu, Wa­kil Gubernur Sumbar, Audy Jonaidy bertindak sebagai pembicara utama. Sedangkan untuk narasumber bagi pendidikan politik milenial, dijadikan narasumber, anggota DPRD DKI periode 2014-2019, Rendika D Harsono, do­sen Fisip Universitas Bung Karno, Ainul Yaqin dan Ketua prodi S2 magister ilmu politik Universitas Andalas, Tengku Rika Valentina.

 Untuk pendidikan politik perempuan, dihadirkan narasumber, dosen politik IAIN Bukittinggi, Heru Permana Putra, aktivis perempuan, Sri Hayati dan Ketua Jurusan Ilmu Politik Unand, Indah Adi Putri. (pry)