BUKITTINGGI, METRO–Forum Kota Sehat (FKS) Kota Bukittinggi melakukan kajo banding ke Kota Payakumbuh. Pertemuan dalam rangka saling bertukar informasi itu, dilaksanakan di Aula Dinas Kesehatan Payakumbuh, Senin (6/12). Ketua FKS Bukittinggi melalui Anggota Deni Calter menjelaskan, kaji banding dilakukan untuk lebih menambah informasi dan strategi dalam merealisasikan kota sehat. Payakumbuh menjadi salah satu kota terbaik di Sumbar dalam pengelolaan kota sehat. Sehingga telah menerima Swaati Saba Wistara ke 6 hingga tahun 2019 lalu.
“Banyak ilmu yang bisa kita timba dari Payakumbuh yang hingga 2019 telah meraih Swasti Saba Wistara 6. Memang tahun 2021 ini, Payakumbuh dan Bukittinggi tidak lolos verifikasi di pusat, namun, kami dari FKS, tentu tetap butuh informasi, bagaimana perkembangan kota sehat di Kota Payakumbuh,” jelas Deni.
Ketua FKS Bukittinggi Amrizal Jufri menyampaikan, apresiasi terhadap kunjungan FKS Bukittinggi. Di mana, kedua daerah cukup banyak sinergi, terutama dibidang kota sehat. Meskipun tidak lolos verifikasi tahun 2021 ini, namun pembinaan dan pengelolaan kota sehat harus tetap dijalankan. “Kita memang kecewa, kenapa Payakumbuh dan Bukittinggi tidak lolos verifikasi pusat. Tapi hal tersebut tidak menjadi sandungan untuk kita tetap beraktifitas. FKS didukung tim pembina, tetap bergerak bagaimana lahir inovasi dan kegiatan langsung dari masyarakat,” kata Amrizal.
Beberapa upaya yang dilakukan FKS Bukittinggi, menjadikan satu lokus dapat melahirkan beberapa tatanan. Kemudian, bagaimana mengupayakan persoalan pemasaran hasil kerajian dari pengolahan sampah oleh masyarakat dimaksimalkan.
Terbaru, saat ini di FKS bersama Pemko Payakumbuh, menjadikan Pasar Ibuh menjadi pasar berstandar nasional dan menjadi satu satunya pasar dengan standar SNI di Pulau Sumatera. Ini diupayakan dengan melakukan penilaian terhadap pasar, penataan pasar, komoditi, mengelola pedagang dengan jenis dagangan ikan basah. “Dibuat komunitas yang kompak, sehingga setelah beraktifitas para pedagang langsung goro untuk membersihkan lokasi,” jelasnya.
Selanjutnya, FKS Payakumbuh juga melakukan verifikasi tingkat kecamatan satu kali dua tahun, sebagai motivasi FKKS. Kegiatan kota sehat, memang butuh komitmen dari pemerintah. Pendataan dan kegiatan kota sehat, juga butuh interfensi, terutama kepada SKPD terkait melalui cara dan jalur yang baik. (pry)





