PAYAKUMBUH, METRO–Kegiatan didikan Subuh telah menjadi ciri khas kegiatan Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) se-Sumatra Barat (Sumbar) sejak puluhan tahun lalu. Namun karena Covid-19 dua tahun terakhir tidak bisa dilaksanakan secara rutin di Subuh Ahad atau Minggu.
Seiring mulai telah melandainya Covid-19, maka Lembaga Didikan Subuh Payakumbuh Selatan, Kota Payakumbuh kembali menghangatkan acara didikan Subuh gabungan dari 17 TPA dan MDA se-Payakumbuh Selatan, Minggu (5/12/2021). Bertempat di Mushalla Darul Falah Limbukan,lantunan adzan, pidato, sholat jenazah dan nilai-nilai keagamaan digunakan oleh anak-anak dengan penuh semangat.
Kegiatan didikan Subuh gabungan dihadiri oleh seratus peserta. Juga didampingi oleh guru pendamping serta pejabat Kementerian Agama Kota Payakumbuh dan kelurahan setempat.
Salah satu penceramah yang dihadirkan Subuh itu, H Mulyadi Muslim Lc MA sangat terkagum dengan kedisiplinan dan keberanian anak-anak yang tampil. Sekretaris MUI Kota Padang ini menyebut, didikan Subuh bukan kegiatan sederhana, tetapi punya tujuan mulia yang harus terus digelarkan. “Didikan Subuh adalah upaya kita bersama dalam menyiapkan generasi Qurani, pemimpin bangsa di masa depan. Saya bisa seperti ini karena ada jasa dari para guru 35 tahun lalu dalam didikan subuh dan mengaji,” kata pendiri Yayasan Ar Risalah Padang ini.
Mulyadi Muslim berharap, semua peserta didikan subuh agar terus belajar dan menghormati guru. “Insya allah dengan modal didikan subuh kita bisa haji dan umrah gratis, keliling dunia juga gratis.Modalnya adalah Quran dan bahasa, begitu pengalaman saya,” imbuh Mulyadi Muslim yang pernah diundang berhaji oleh Kerajaan Arab Saudi atas jasa-jasanya sebagai penerjemah di Indonesia. (r)






