BERITA UTAMA

ART Tilap Perhiasan Emas Majikan di Kecamatan Koto Ta­ngah, Uangnya Dipakai Bayar Utang Pinjol, Ngaku Nekat karena Diteror Setiap Hari

0
×

ART Tilap Perhiasan Emas Majikan di Kecamatan Koto Ta­ngah, Uangnya Dipakai Bayar Utang Pinjol, Ngaku Nekat karena Diteror Setiap Hari

Sebarkan artikel ini
CURI PERHIASAN— Pelaku EW (39) diamankan Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang karena mencuri perhiasan emas milik majikan.

PADANG, METRO–Setiap hari diteror oleh pihak pinjaman online (pinjol) karena tak mampu mem­bayar utangnya, seorang wanita beranak lima yang bekerja sebagai asisten ru­mah tangga (ART) ini malah mengambil jalan pintas dan nekat mencuri perhiasan emas milik majikannya.

Aksi pencurian itu dila­kukan ART berinisial EW (39) saat bekerja di rumah maji­kan­nya di Jalan Linggar Jati II, Kelurahan Parupuk Ta­bing, Kecamatan Koto Ta­ngah. Namun, majikannya yang mengetahui perhiasan emas­nya hilang, langsung melapor ke Polresta Pa­dang.

Menindaklanjuti laporan dari sang majikan itulah, Polisi yang melakukan penyelidikan mendapatkan bukti kuat kalao pelaku EW yang mencuri perhiasan emas tersebut hingga Polisi menangkap EW pada Rabu (1/12) sekitar pukul 22.30 WIB. Bahkan, usut punya usut, ternyata pelaku tidak hanya satu kali melakukan pencurian perhiasan emas majikannya.

“Pelaku diketahui mela­kukan pencurian emas ma­ji­kannya dua kali yaitu pada Rabu (7/7) dan Sabtu (16/10),” ujar Kasatreskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda, Kamis (2/12).

Dijelaskan Kompol Rico, diketahuinya perhiasan emas itu hilang, bermula saat korban atau majikannya pelaku bernama Dessy Oki Anita hendak memindahkan perhiasan emasnya yang berada di dalam le­mari dan akan memasukan ke deposit box mandiri.

Baca Juga  Polisi Padang Tangkap 35 Wanita Malam

“Ternyata perhiasan emas tidak ditemukan yaitu berupa gelang, kalung dan cincin emas. Atas kejadian tersebut korban melaporkan kejadiannya ke Polresta Padang. Berdasarkan laporan tersebut, tim Klewang Polresta Padang me­lakukan penyelidikan di lapangan,” ungkap Kompol Rico.

Kompol Rico menuturkan, hasil penelusuran, pelaku atau ART tersebut ter­nyata pernah mengadaikan emas di Pengadaian Cabang Siteba. Namun, agar aksinya tidak terendus, pelaku menggadaikan emas yang dicurinya itu dengan meminta bantuan kepada teman dekatnya.

“Setelah teman kami mintai keterangan, ia mengakui bahwa pelaku memang meminta tolong untuk menjual emas, dimana bentuk emasnya sesuai dengan bentuk emas pelapor atau majikannya yang hilang. Dari teman dekatnya itulah, terungkap kalau pelaku EW yang mencuri emas majikannya,” ujar Rico.

Mendapat informasi tersebut, sambung Rico, pihaknya menemukan pelaku di Komplek Kuali Nyiur, Kecamatan Koto Tangah. Selanjutnya Tim Klewang mengamankan pelaku beserta barang bukti hasil pencuriannya. Dari tangan pelaku turut diamankan barang bukti dua lembar surat pegadaian.

“Emas korban digadaikan oleh pelaku sebanyak dua kali pertama dengan no­minal sebesar Rp4.350.000 dan kedua se­be­sar Rp16.950.000. ­Hal itu diper­kuat dengan ditemukannya buk­ti dua lembar surat gadai emas di Pegadaian Siteba,” ujar Kompol Rico.

Baca Juga  Dua Warga Diterkam Harimau di Bukik Batuang Solok Selatan 

Sementara pelaku EW, ibu dari lima anak itu ketika ditemui di Polresta Pa­dang mengaku nekat mela­kukan pencurian lantaran terlilit utang pinjaman online (pinjol). Menurutnya, hasil gadai emas milik majikannya itulah yang diapakai untuk membayar utang pinjol.

“Saya pernah meminjam uang lewat pinjol ilegal sebesar Rp1,5 juta dengan waktu pelunasan satu bulan. Keterlambatan pem­ba­yaran dikenakan denda Rp80 ribu per hari. Saya menunggak beberapa bulan hingga total uang yang harus dibayar sekitar Rp7,5 juta, karena itu saya mencuri emas,” ungkap EW dengan wajah penuh penyesalan.

Menurut EW, dirinya terpaksa mengambil jalan pintas dengan mencuri karena tidak punya uang, sementara pihak pemberi pinjaman online terus menerornya lewat telepon setiap hari. Bahkan menelpon orang-orang terdekatnya, sehingga dirinya merasa sangat malu dan kepepet untuk segera melunasi utang pinjol.

“Saya sudah sangat kepepet, tiap hari diteror. Saya sudah bekerja di rumah korban sejak satu tahun belakangan. Sedangkan sisa uang gadai emas itu, saya pakai untuk kebutuhan sehari-hari dan juga membiayai sekolah anak,” pungkasnya. (rom)