PARIWARA

Bivo Muhandeza (Mahasiswa Binaan UPZ Baznas Semen Padang), Anak Penjahit Seprai, Sukses Raih Predikat Cumlaude di Unand

0
×

Bivo Muhandeza (Mahasiswa Binaan UPZ Baznas Semen Padang), Anak Penjahit Seprai, Sukses Raih Predikat Cumlaude di Unand

Sebarkan artikel ini
Bivo Muhandeza.

BIVO Muhandeza, mahasiswa binaan UPZ Baznas Semen Pa­dang meraih pre­dikat Cum­ Laude dengan IPK 3,68 pada wisuda Uni­­ver­si­tas Andalas (Unand) yang di­ge­lar secara daring pada 14 Agustus 2021 lalu.

Mahasiswa angkatan tahun 2017 Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro itu, mengaku bahwa capaian ini tidak terlepas dari doa orangtua dan dukungan dari UPZ Baznas Semen Padang yang selama ini telah memberikan bimbingan kepadanya. ”Alhamdulillah, capaian ini berkat doa dan dukungan dari UPZ Semen Padang. Untuk itu, saya mengucapkan terimakasih kepada UPZ Semen Padang yang selama ini telah mem­­bimbing saya dengan baik,” kata Bivo.

Bungsu dari empat ber­­saudara pasangan alm Zaharuddin dan Neti Hermaini (63) itu mengaku sudah 8 tahun menjadi anak binaan UPZ Baznas Semen Padang. Selama hampir satu dekade ini, banyak manfaat yang didapat menjadi anak binaan UPZ Semen Padang.

Selain diberikan bantuan uang saku rutin setiap bulan, dia pun juga men­dapat tambahan ilmu aga­ma, orangtua asuh dan nasehat hidup dari UPZ Baznas Semen Padang. Salah satu nasehat hidup yang paling berkesan baginya adalah shalat. “Orang tua asuh saya di UPZ Semen Padang ada dua orang, Pak Khaidar dan Pak Muhammad Arif. Mereka selalu mengingatkan saya untuk tidak meninggalkan shalat,” ujarnya.

Pesan lain, kata Bivo,  jangan pernah mengeluh dan selalu bersikap ikhlas, serta bersyukur atas nikmat hidup yang didapat.

Bivo mengungkapkan bahwa hal menarik lainnya selama menjadi anak binaan UPZ Semen Pa­dang, adalah program tahfiz. Setiap bulan atau setiap pertemuan, ia dan semua anak asuh UPZ Semen Padang lainnya dibe­rikan tugas untuk menghafal surat-surat Alquran.

Pria kelahiran 8 Mei 1999 yang tinggal di Sungai Balang, RT 05,RW 07, Kelurahan Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Ki­la­ngan itu, juga membeberkan bahwa dirinya men­jadi anak binaan UPZ Baz­nas Semen Padang sejak 2013, atau ketika ia duduk di kelas II SMP.

Saat itu, ibu yang menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai penjahit seprai kasur pasca-ayah meninggal dunia tahun 2007, menga­la­mi banyak kesulitan eko­nomi, terutama soal biaya kebutuhan sekolah. Kemudian, ibu mencari informasi tentang bantuan biaya seko­lah, hingga akhirnya mendapat petunjuk bahwa UPZ Baznas Semen Pa­dang yang saat itu masih bernama Lembaga Amil Za­kat Semen Padang (LAZ-SP), punya program anak asuh.

Gayung bersambut, pihak UPZ Semen Pa­dang de­ngan tangan ter­­buka, lang­­­sung mem­­be­rikan ban­­tuan dengan men­jadi­kan di­rinya se­ba­gai anak asuh.­ Kemudian se­tiap bu­­­lan, ia men­dapat uang sa­ku un­tuk kebutuhan sekolah de­ngan be­­saran ber­variatif.

“Saat SMP se­be­sar Rp100 ribu/bulan, SMA Rp150 ribu/bulan dan ma­hasiswa Rp200 ribu/bulan. Alhamdulillah, uang saku tersebut sangat bermanfaat sekali untuk menambah kebutuhan biaya sekolah saya ketika itu,” katanya.

Selain uang saku, alumni SMA 3 Padang itu juga menuturkan, UPZ Semen Padang turut membantu berbagai kebutuhan lainnya, seperti saat dirinya terpilih sebagai peserta Pertukaran Pemuda (PPA) Asia Singapura 2019. Program PPA tersebut berupa partial founded atau didanai sebagian. Namun ka­rena biaya yang dibutuhkan cukup besar, ditambah lagi kondisi keuangan keluarga sangat terbatas, ia pun kemudian menyampaikannya ke pihak UPZ Semen Padang.

“Saya hampir putus asa ketika itu, beruntung Pak Arif yang saat itu menjadi orangtua asuh saya meminta saya untuk membuat surat permohonan bantuan dana. Alhasil, saya akhirnya berangkat ke Singapura setelah diberikan bantuan dana dari UPZ Semen Padang,” ujarnya. (**)