PADANG, METRO–PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) sebagai perusahaan fintech pionir peer-to-peer lending yang berfokus pada pemberdayaan perempuan pengusaha mikro di pedesaan, mencatatkan pertumbuhan yang signifikan di wilayah Sumatra Barat, yakni sebesar 167% dibanding tahun 2020.
Hingga Oktober 2021, total penyaluran pendanaan di Sumatra Barat mencapai 208 miliar rupiah, meningkat jauh jika dibandingkan penyaluran di sepanjang tahun 2020 yakni sebesar 78 miliar rupiah. Hal tersebut disampaikan oleh Aria Widyanto selaku Chief Risk & Sustainability Officer Amartha saat kegiatan media Briefing di Hotel Santika Padang, Rabu (24/11).
Aria Widyanto menyampaikan, Amartha telah melakukan ekspansi ke pulau Sumatra sejak tahun 2020 lalu. Sesuai dengan misi Amartha untuk mewujudkan kesejahteraan yang merata.
“Untuk itu kami senantiasa mendorong penyaluran pembiayaan produktif di area-area di luar Pulau Jawa, terutama Sumatra.
Hal ini kami lakukan untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi sektor mikro pasca pandemi, karena kami sangat terinspirasi dengan ketangguhan dan semangat para perempuan pengusaha mikro untuk bangkit dan sejahtera,”ujarnya.
Sejalan dengan pertumbuhan bisnis Amartha di pulau Sumatra secara umum, provinsi Sumatra Barat juga masuk sebagai salah satu provinsi di Sumatra dengan pertumbuhan paling pesat jika dibandingkan dengan tahun 2020 dengan kualitas portfolio yang sangat baik.
“Amartha telah menyalurkan pendanaan kepada lebih dari 46.000 mitra perempuan pengusaha mikro di Sumbar, yang sebagian besar menjalankan usaha di sektor perdagangan, seperti warung makan, warung kelontong, warung kopi, dan lain-lain.(rom)






