METRO PADANG

Puluhan Kelompok PKH Dilatih Service HP di SKB Wilayah II Padang Besi

2
×

Puluhan Kelompok PKH Dilatih Service HP di SKB Wilayah II Padang Besi

Sebarkan artikel ini
PEMBUKAAN PELATIHAN— Ketua Fraksi Demokrat DPRD Padang, Surya Jufri membuka kegiatan SKB service HP yang diikuti sekitar 35 peserta, di SKB Wilayah II Padang Besi, Selasa (23/11).

PADANG BESI, METRO–Sekitar 35 peserta dari kelompok PKH mengikuti Satuan Kegiatan Belajar (SKB) Service HP di SKB Wilayah II Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kila­ngan (Luki). Pelatihan service HP ini diprakarsai da­na pokir Ketua Fraksi De­mokrat DPRD Padang, Sur­ya Jufri.

“Praktik service Android ini sudak untuk ketiga kalinya dilakukan,” ujar Plt Kepala Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) SKB Wilayah II, Nurhasnah, Selasa (23/11).

Ia menyampaikan, pe­la­tihan ini tujuannya me­latih generasi muda agar bisa melakoni aktivitas tiap hari serta dapat menjadi pemasukan ke depannya bila telah mahir dan pandai. “Jika anak milenial yang ikut telah lihai, modal awal untuk berkarya dan huru hara yang tak jelas dan bisa menimbulkan tawuran tentu dapat berkurang,” paparnya.

Baca Juga  Plh Wako Lepas dan Shalatkan Jenazah Korban Longsor Sitinjau Lauik

Ia meminta peserta mengikuti keterampilan dengan baik. Sebab bisa menjadi incume tetap di masa depan.

Sementara, Ketua Frak­si Demokrat DPRD Padang, Surya Jufri meminta ge­nerasi muda yang ikut da­pat mengembangkan ilmu­nya agar bisa menampbah pemasukan dan meng­hin­dari aktivitas keluyuran tak jelas.

“Pergunakanlah ke­sem­patan ini dengan se­baik baiknya Supaya hasilnya didapat, ekonomi bangkit ditengah pandemi secara bertahap dan kete­rampilan terkuasai. Kita akan terus perhatikan UMKM dan beri­kan apa yang bisa dikasih. Agar kesejahteraan warga naik dan kelumpuhan eko­nomi tak terjadi,” papar Surya Jufri.

Baca Juga  Wujudkan Kota Pintar dan Sejahtera, Wako Padang Perkuat Sinergi dengan Forkopimda

Kasi PAUD dan Pen­didikan Non Formal Dis­dikbud Padang, Nova me­ngapresiasi kegiatan ini dan meminta ditingkatkan pelaksanaannya serta ca­ku­pan peserta lebih luas. “Kita sangat bangga dan berharap masalah tawu­ran dapat teratasi oleh pro­gram keterampilan yang diikuti anak. Apalagi anak putus sekolah,” pung­kasnya. (ade)