SOLOK, METRO–Kafilah MTQ Kota Solok pulang dengan meraih peringkat 10 di ajang MTQ Nasional XXXIX tingkat Propinsi Sumatera Barat, di Kota Padangpanjang. Pada hal di MTQ sebelumnya, Kota Solok pernah menduduki peringkat ke 5.
Kepulangan kafilah MTQ Kota Solok disambut langsung Wali Kota Solok Zul Elfian di Balairung 99 rumah Dinas Wali Kota Solok, Sabtu (20/11). Dalam penyambutan itu turut hadir Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Solok.
Terkait prestasi Kota Solok yang merosot dibandingkan MTQ sebelumnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Solok Eri Iswandi dalam laporannya mengungkapkan permintaan maaf kepada pemerintah Kota Solok. Karena belum dapat meningkatkan prestasi dari tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah Kota Solok berhasil masuk 10 besar, semoga ini menjadi pengalaman bagi kita semua untuk mempersiapkan diri lagi untuk MTQ Nasional Tingkat Provinsi Sumbar pada tahun berikutnya” ungkapnya.
Wali Kota Solok Zul Elfian mengatakan kafilah Kota Solok telah berusaha maksimal. “Selamat datang kembali di Kota Solok, kami yakin persaingan untuk saat sekarang ini sangat luar biasa, kami sangat menghargai usaha para kafilah selama bertanding di Padang Panjang,” ujar Zul Elfian terkait prestasi yang dibawa ke Kota Solok
Namun ia berharap dengan adanya momen seperti ini agar dapat memberikan motivasi untuk semua pihak dan memperbaiki diri. Zul Elfian berpesan kepada seluruh kafilah dan para pendamping untuk lebih giat lagi mempersiapkan MTQ Tahun Depan di Solok Selatan.
“ Ini hasil terbaik, kita sebagai manusia tugasnya berusaha, hasilnya Allah yang tentukan, yang paling penting pengamalan alquran di dalam kehidupan kita masing masing, Untuk MTQ tahun depan mari kita persiapkan dari sekarang, mana yang kurang kita bina lagi, semoga tahun depan kita bisa meraih hasil yang lebih baik dari tahun ini” harap Zul Elfian.
Anggota DPRD Kota Solok, Wazaldi dalam sambutannya menyampaikan, rasa terimakasih kepada seluruh kafilah dan pendamping yang selama ini berusaha memberikan yang terbaik untuk Kota Solok. Prestasi yang didapat tahun ini lanjutnya hendaknya jadikan ini sebagai prestasi yang tertunda.
Belajar dari pengalaman yang sekarang, yang terpenting adalah alquran ini tidak hanya dibaca tapi diimplementasikan dalam kehidupan sehari hari. “Walaupun peringkat 10, kami menyambut baik kehadiran para kafilah yang telah berusaha selama di padang panjang lalu, kami akui para kafilah telah melakukan yang terbaik” ucap Wazaldi. (vko)






