LIMAPULUH KOTA, METRO–Bantuan dalam Program Keluarga Harapan (PKH) dan sembako BSP (bantuan sosial pangan) masih sering tidak tepat sasaran, karena tidak semua terpantau. Pemasangan stiker di rumah warga miskin penerima bantuan PKH dan Sembako BSP di Jorong Purwajaya, Nagari Sarilamak, Kecamtan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (16/11/2022), masih menjadi cara efektif untuk mencegah penyimpangan itu.
Seperti dilakukan Camat Harau Andri Yasmen dan Wali Nagari Sarilamak Olly Wijaya beserta kepala Jorong Purwajaya Amir Amri yang menemani petugas Pendamping PKH Kecamatan Harau untuk memasang stiker di rumah penerima bantuan sosial PKH dan sembako Jorong Purwajaya Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau.
Pendamping PKH Jorong Purwajaya Riri mengatakan, tujuan dipasangnya stiker ini untuk memastikan kelayakan para penerima PKH. “Pemasangan stiker itu dilakukan agar bantuan tepat sasaran dan masyarakat bisa melakukan pengawasan langsung perihal penyaluran bantuan PKH di Jorong Purwajaya Sarilamak,” kata Riri.
Menurut Riri, dengan penempelan stiker itu maka diketahui bahwa penerima bantuan PKH memang tergolong keluarga kurang mampu. “Masing-masing rumah penerima bantuan akan terpampang stiker yang isinya mengumumkan sebagai penerima bantuan PKH dan sembako BSP,” ujarnya.
Camat Harau Andri Yasmen dan Wali Nagari Sarilamak Olly Wijaya yang juga ikut melakukan pendampingan pada Pendamping PKH saat pemasangan label penerima PKH. Itu juga memancing kepedulian masyarakat kepada tetangganya yang kurang mampu. “Langkah ini juga kami lakukan, untuk menekan penyimpangan atau adanya bantuan yang tidak tepat sasaran,” katanya.
Menurut Andri Yasmen, pemasangan stiker kepada keluarga miskin dan kurang mampu penerima manfaat itu, ternyata sangat efektif. Bahkan ia menilai akan banyak keluarga menolak menerima bantuan, karena harus mendapat stiker sebagai keluarga kurang mampu. “Bansos ini memang menjadi rebutan masyarakat, bahkan keluarga yang mampu juga mengaku kurang mampu demi menjadi penerima bansos pemerintah ini,” tambah Wali Nagari Sarilamak.
Pemerintah kecamatan Harau dan Nagari Sarilamak berharap pemasangan stiker itu bisa menjadi koreksi bersama. Sekaligus bentuk transparansi bantuan dari pemerintah. “Stiker ini akan menjadi tolak ukur kelayakan dari masyarakat yang menerima bantuan PKH,” Wali Nagari Sarilamak pun berpesan agar tidak membuka stiker yang telah dipasang kepada masyarakatnya. (r)






