METRO SUMBAR

Angka Kemiskinan Turun 4,40 Persen, Anggota DPRD Kota Padang Pertanyakan Kevalidan Data Pemko

0
×

Angka Kemiskinan Turun 4,40 Persen, Anggota DPRD Kota Padang Pertanyakan Kevalidan Data Pemko

Sebarkan artikel ini
Budi Syahrial Anggota DPRD Kota Padang.

SAWAHAN, METRO–Anggota DPRD Kota Padang, Budi Syahrial mem­pertanyakan data angka kemiskinan warga Kota Padang yang  turun dan melampaui target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019-2024 disaat pandemi Covid-19 ini. Apalagi, pada saat ini begitu banyak warga yang kehilangan lapangan pekerjaan serta dirumahkan akibat pandemi Covid-19.

“Kita lihat sendiri, ang­ka kemiskinan dikala pan­demi ini seharusnya naik. Secara jelas, pada saat ini banyak yang berhenti be­kerja dan dirumahkan. Da­ta yang me­nyatakan angka kemiskinan di Kota Padang turun harus di­per­tanya­kan,” tukas Budi, Rabu (17/11).

Ia menambahkan, ber­da­sarkan Data Terpadu Ke­sejahteraan Sosial (DTKS) menjelaskan, sebanyak 383. 484 jiwa warga yang miskin di Kota Padang.

 ”Artinya, 38 persen warga di Kota Padang me­ngaku miskin. Datanya sangat kontras dengan BPS yang menjelaskan 4,40 per­sen kemiskinan turun di Ko­ta Padang,” ungkap poli­tisi Partai Gerindra ini.

Baca Juga  Capaian Akses Air Minum Kabupaten Agam 414.656 Jiwa

Pengamat Sosial dari Universitas Negeri Pa­dang, Erianjoni mempertanyakan apakah bantuan dan sum­bangan sembako yang dite­rima warga Kota Padang dapat dipatok sebagai tolak ukur dalam menurunkan angka kemiskinan.

 ”Secara rasional dan empirik tentu tidak mung­kin. Sebaliknya, sektor eko­nomi masyarakat mene­ngah kebawah terus terjadi selama pandemi,” ujarnya.

Ia menambahkan, ang­ka kemiskinan yang diukur secara kuantitatif sering mengecoh para pengambil kebijakan. “Metodologi yang keliru dalam pengum­pulan data, sampling dan uji validitasnya, akan me­ngakibatkan data yang ti­dak valid,” tambahnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Afriadi me­ngatakan bahwa angka kemiskinan di Kota Padang memang turun sebesar 4,40 persen. Data tersebut dikeluarkan oleh BPS dan Bappeda yang merekap data tersebut.

Baca Juga  Awal Ramadhan, Wagub Sumbar Serahkan Bantuan Gempa Pasaman

“Yang berhak men­ja­wab tentang penurunan angka kemiskinan di Kota Padang adalah Bappeda,” paparnya.

Sebelumnya, Wali Kota Padang, Hendri Septa me­ngatakan di tahun 2020 angka kemiskinan di Kota Padang 4,40% turun dari angka sebelumnya 4,48% di tahun 2019. Ini sudah melebihi dari yang ditar­getkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Me­ne­ngah Daerah (RPJMD) 2019-2024 yaitu 4,65%.

Hal ini diungkapkan Wa­li Kota Padang Hendri Septa saat membuka Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemis­kinan (TKPK) Kota Padang Tahun 2021, di Premier Hotel Santika Padang, Jl. Ah­mad Yani No.20 Padang, Selasa (16/11).

“Meski di masa pande­mi, ternyata kita dapat me­nurunkan angka kemis­kinan, hal ini dikarenakan banyak bantuan langsung tunai dan bantuan sem­bako diberikan kepada ma­syarakat serta tingginya sikap kegotongroyongan warga Kota Padang,” ung­kapnya. (ade)