PADANG,METRO–Teka-teki kenapa Agus Suardi enggan mundur dari jabatannya sebagai Ketua KONI Sumbar, padahal, desakan sejumlah cabang olahraga (cabor) minta dia meletakan jabatannya cukup kuat, tepai dia tetap bersikukuh dengan pendiriannya.
Padahal, secara organisasi dia sudah gagal, terutama dalam perolehan medali di PON XX Papua 2021. Karena, perolehan medali jauh dari target yang ditentukan.
“Agus Suardi pernah mengungkapkan kepada saya, dia mau mundur jika gubernur yang menyuruhnya mundur. Sebab, alasannya gubernur yang mendorongnya maju merebut Ketua KONI Sumbar dulu. Siapa saja yang mendesaknya dia tidak akan mundur dan tetap bertahan sebagai ketua KONI Sumbar, “ ujar DR Damrah, saat jumpa pers di Cafe Pucuk Merah, Rabu (10/11).
Ketua KONI, Agus Suardi panggilan singkatnya Agus saja, pernah menjawab pertanyaan rekan-rekan Aliansi Jurnalis Olahraga (AJO) Sumbar saat datang silahturahmi. Ketika disarankan agar fokus menghadapi masalah hukumnya yang tengah disidik di kantor Kejari No 22 Gunung Pangilun Padang dan mundur sajalah dari jabatan ketuanya. Dia langsung menggelengkan kepala. ”Saya tetap menjabat Ketua KONI Sumbar,“ jawabnya singkat.
Wajar seorang tekhnokrat olahraga sekaliber Damrah ikut pula geleng-geleng kepala melihat keteguhan Agus mempertahankan jabatannya.
Damrah juga merasa tersinggung dengan pengurus KONI Sumbar yang dipimpin Agus S sang putera mahkkota orang nomor satu Sumbar. Sebab, mereka tidak lagi menghargai keberadaan tekhnokrat jebolan Universitas Negeri Padang (UNP).
Agus kata Damrah, keberadaan UNP hanya sebagai topeng saja, ini terbukti ketika kontingen Sumbar berangkat PON XX Papua tak satu pun mereka diikut sertakan.
”Jadi kami sebagai topeng untuk menutupi kelemahan dia,” ujar wakil Ketua tim Monev KONI Sumbar itu geram. (boy)





