SOLOK, METRO–Pengembangan destinasi Agrowisata Payo terus didorong agar berkembang. Bahkan, Balitbang Pemko Solok bersama Tim ahli dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas (Unand) Padang menggelar seminar desiminasi kelitbangan atas “Kajian Sistem Transportasi Pendukung Pengembangan Kawasan Agrowisata Payo Kota Solok”.
Ketua Komisi II DPRD Kota Solok Yoserizal menilai kawasan agrowisata Payo yang berada di Kelurahan Tanah Garam telah jauh berkembang hingga sekarang. Sebelumnya daerah Payo bisa dikatakan sangatlah ketinggalan dan bisa dikatakan tidak terlalu tersentuh oleh pembangunan.
Saat ini daerah Payo sudah mulai berkembang dimana telah dikembangkan kawasan agrowisata di Batu Patah Payo. Sudah banyak dana APBD yang disalurkan untuk pembangunan yang manfaatnya dapat dinikmati oleh masyarakat yang tinggal di daerah Payo pada umumnya.
Semenjak kawasan Agrowisata Batu Patah Payo dibuka untuk umum, daerah ini sudah mulai dikenal tidak hanya oleh masyarakat Kota Solok dan sekitarnya tetapi juga dikunjungi wisatawan yang berasal dari luar Sumbar.
Sayangnya lanjut Yoserizal seiring dengan dibukanya kawasan Agrowisata Batu Patah Payo dan mulai dikenal hingga luar Sumatera Barat, jalur menuju Payo mulai terasa sesak dan hal ini akan menimbulkan ketidaknyamanan pengunjung untuk berkunjung ke Payo.
DPRD menurutnya menyambut baik terlaksananya seminar desiminasi kelitbangan atas “Kajian Sistem Transportasi Pendukung Pengembangan Kawasan Agrowisata Payo Kota Solok” ini. Kajian ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas sistem transportasi yang memadai dalam mendukung program pengembangan Agrowisata Payo Kota Solok.
”Kami berharap hasil rekomendasi yang dihasilkan dari kajian yang dilakukan oleh Balitbang Kota Solok dapat ditindaklanjuti oleh OPD terkait dalam sebuah rencana aksi yang selanjutnya dituangkan dalam program/kegiatan,” harapnya. (vko)





