BUKITTINGGI, METRO–Pelaksanaan layanan Keluarga Berencana (KB) dalam Bulan Kontrasepsi dan Hari Vasektomi Sedunia, juga dilaksanakan di Kecamatan Mandiangin Koto Salayan (MKS). Salah satu lokasi yang ditunjuk untuk pelayanan KB di Kecamatan MKS, yakni di BPS Bunda, Kamis (21/10).
Layanan KB dalam rangka Bulan Kontrasepsi Sedunia ini, dilaksanakan Pemko Bukittinggi melalui DP3APPKB bersama BKKBN. Setiap kecamatan di Kota Bukittinggi melaksanakan layanan KB di lokasi dan tempat yang berbeda, agar memudahkan masyarakat.
Koordinator KB kecamatan MKS Mardhatillah SE menjelaskan, pada Bulan Kontrasepsi Sedunia tahun 2021 ini, Kecamatan MKS menargetkan dapat memberikan layanan pada 462 akseptor baru. Untuk mencapai target itu, sosialisasi dan pelaksanaan layanan KB terus digenjot.
“Alhamdulillah untuk kegiatan di BPS Bunda ini, antusias warga cukup tinggi. Semoga target kita dapat terealisasi. BPS Bunda menjadi salah satu lokasi yang kita kerjasamakan, karena fasilitas yang tersedia di BPS Bunda sangat baik dan maksimal. Bidan Yenni pun merupakan salah satu bidan senior di Bukittinggi,” jelas Mardhatillah.
Dikatakan, untuk Kecamatan MKS ini layanan KB diberikan pada 462 akseptor, dengan jenis layanan, pemasangan IUD 43 orang, implat 65 orang, MOW 15 orang, MOP 2 orang, kondom 98 orang, suntik 140 orang dan pil 91 orang. “Untuk IUD dan Implan yang dilaksanakan hari ini di BPS Bunda, cukup tinggi antusiasme warga. Sampai siang ini sudah 40 orang yang mendaftar,” ungkap Mardhatillah.
Bidan Yenni Fitri, atau akrab disapa Bunda menjelaskan, layanan KB ini bertujuan untuk mengatur kelahiran bagi pasangan usia subur. Sehingga jumlah pertumbuhan penduduk dapat ditekan, agar tercipta masyarakat yang berkualitas dan sejahtera.
“Layanan KB juga ditujukan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, akibat hamil di usia yang terlalu muda atau terlalu tua atau akibat penyakit sistem reproduksi, menekan jumlah penduduk serta menyeimbangkan jumlah kebutuhan dengan jumlah penduduk. Jadi dengan KB kita bisa mencegah kelahiran 4 T, terlalu tua, terlalu muda, terlalu banyak dan terlalu dekat jarak kelahirannya. Dengan KB pun juga dapat mengantisipasi persoalan stunting,” jelasnya. (pry)






