BUKITTINGGI, METRO–Tujuh unit rumah di Kelurahan Parit Antang, mendapatkan program bedah rumah melalui dana pokok pikiran (Pokir) Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial. Hingga saat ini, persentase progres pekerjaan yang dilaksanakan telah mencapai 85 persen lebih.
Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial menjelaskan, pada tahun 2021 ini ada tujuh unit rumah di Parit Antang yang dibedah. Anggaran yang diberikan tiap rumah berbeda beda, sesuai kebutuhan dari rumah yang dikerjakan.
“lhamdulillah, pekerjaan sudah dilaksanakan dalam satu bulan terakhir. Dimana hingga kini pekerjaan sudah memasuki progres 85 persen,” ujar Beny Yusrial, saat meninjau lokasi, didampingi Kabid Perkim, Rahmi Hidayanti, Perwakilan Kecamatan ABTB, Herman dan Lurah Parit Antang, Aziz, Senin (18/10).
Beny Yusrial menambahkan, program bedah rumah kali ini, beda dengan bedah rumah yang selama ini dikerjakan. Dimana, biasanya menggunakan jasa rekanan, namun kali ini dilaksanakan dengan gotong royong masyarakat.
Ini sangat luar biasa, perdana dilaksanakan, program bedah rumah tidak menggunakan rekanan, tapi dilaksanakan dengan gotong royong masyarakat. Tentunya akan menciptakan rasa kebersamaan atar sesama. InsyaAllah tahun depan, program ini dapat kita lanjutkan di lokasi yang berbeda. Karena kegiatan ini, sinergi dengan program pemerintah, untuk membantu merehabilitasi rumah tidak layak huni,” jelas Politikus Partai Gerindra ini.
Salah satu penerima program bedah rumah, Yurnalis mengucapkan terima kasih atas perhatian Ketua DPRD Bukittinggi melalui program bedah rumah ini.
“Kami ucapkan terima kasih atas perhatian Ketua DPRD Bukittinggi Beny Yusrial. Dulu rumah kami bocor, kamar mandi tidak ada, sekarang melalui pokir Bapak Beny Yusrial, Alhamdulillah rumah kami tidak bocor lagi, kamar mandi juga sudah ada yang representatif. Terima kasih Bapak Beny Yusrial. Kami juga berharap program ini dapat berlanjut tahun depan dan merata,” ungkap Yurnalis.
Kabid Perkim Dinas Perkim Bukittinggi, Rahmi Hidayanti menjelaskan, Pokir program bedah rumah atas nama Ketua DPTD, Beny Yusrial ini, telah melalui proses verifikasi. Baik itu aspek ketahanan kontruksi, aspek kesehatan dan sanitasi. Artinya, setiap rumah dianggarkan berbeda sesuai kebutuhan.
“Semua sudah dicek, diverifikasi ke lapangan. Hal itu, ditujukan untuk rumah warga yang masuk data DTKS. Pekerjaannya pun memang bagaimana memberdayakan masyarakat sekitar rumah yang dibedah. Jadi semua tepat sasaran, namun tetap kita awasi,” jelas Rahmi.
Tujuh unit rumah yang mendapat program bedah rumah di Kelurahan Parit Antang, atas nama, Yurnalis, Mardalena, Netti Herawati, Agus Salim, Syahrul Akmal, Yulia Defi dan Rosni. Ketujuh unit rumah ini dibedah dengan anggaran sebesar Rp 245 juta. (pry)






