BUKITTINGGI, METRO–Pemko Bukittinggi melalui Dinas PUPR tengah melaksanakan pekerjaan proyek pembangunanb drainase primer. Di mana, pekerjaan tersebut dimulai sejak awal September 2021 dan bakal rampung pekerjaanya pada Desember mendatang. Kepala Dinas PUPR Bukittinggi, Rahmat AE menjelaskan, pekerjaan drainase primer ini, telah dilaksanakan sejak awal September lalu. Hingga pertengahan Oktober ini, persentase progres pekerjaannya baru mencapai sekitar 15 persen.
“Pekerjaan drainase ini menelan dana sebesar Rp 12,9 miliar yang berasal dari dana APBD Bukittinggi murni. Di mana, rekanan bekerja selama 150 hari kerja, hingga 26 Desember mendatang. Drainase primer ini dikerjakan sepanjang 1.080 meter. Yakni, dimulai dari Jalan Sudirman depan SMPN 1 Bukittinggi hingga Jalan Pemuda depan terminal Type C,” jelas Rahmat.
Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial saat turun ke lapangan meninjau pekerjaan drainase primer, Senin (18/10) menjelaskan, pekerjaan ini memang cukup baik untuk saluran drainase Bukittinggi dan dapat mengantisipasi banjir atau genangan air yang sering terjadi.
“Kami apresiasi pekerjaan ini. Karena manfaatnya akan terasa beberapa tahum kedepan. Mudah mudahan dengan adanya drainase primer ini, tidak terjadi lagi banjir dan genangan air di Bukittinggi jika curah hujan cukup tinggi. Aliran air di sepanjang Jalan Sudirman, dapat dialirkan melalui drainase ini nantinya,” ujar politisi Partai Gerindra ini.
Namun, lanjut Beny, beberapa kecelakaan sudah terjadi pada proyek ini. Untuk itu, ia meminta kepada rekanan, agar meningkatkan kemanan dan kenyamanan pengguna jalan, yang melintas di proyek ini. “Kami meminta agar keamanannya ditingkatkan. Rekanan juga kami minta untuk dapat bekerja maksimal dan tepat waktu. Keamanan dan kenyamanan di lokasi harus dijaga. Jangan ada yang jatuh lagi ke dalam lokasi pekerjaan. Karena ini menjadi salah satu akses utama dari masyarakat,” tegas Beny.
Sementara itu, Set Manager sekaligus Komisaris PT. Kinanta Bhakti Utama Awaluddin Rao menjelaskan, saat ini memang ada kendala di lapangan. Di antaranya, pembebasan lahan di titik Jalan Pemuda, namun hal itu sudah dicarikan solusinya dan aliran drainase dibelokkan ke lokasi tanah milik pemko. “Kendala lapangan lainnya, terkait pembuangan hasil galian. Kami agak kesulitan memang, untuk pembuangan hasil galian. Sehingga terjadi sedikit keterlambatan. Saat ini kami dibantu Dinas LH untuk lokasi pembuangan hasil galian ini. Kami ucapkan terima kasih,” ujar Awaluddin.
Kendala ini, lanjut Awaluddin, memang berpengaruh kepada percepatan dari tahap lainnya. Material berupa box culvert sudah puluhan yang siap di pabrik.“Namun, karena proses di sini agak terlambat, tentu belum banyak yang bisa dikirim, karena tidak ada pula lokasi yang pas untuk menumpuk box culvert itu di sini. Jika dipaksakan, tentu akan semakin semrawut. Tapi kami yakin, ini akan kami lakukan percepatan dan selesai sesuai target. Pekerjaan ini akan terasa manfaatnya lima sampai sepuluh tahun kedepan. Sesuai permintaan Ketua DPRD tadi, akan kami maksimalkan,” ujar Awaluddin.
Drainase primer ini, dikerjakan sepanjang 1.080 meter. Di mana terdapat elevasi sedalam 10 meter didalamnya. Setiap satu meter, terdapat elevasi sedalam 2 Cm. Setelah pengerukan, akan dipasang box culvert, yang diproduksi PT. Kunango Jantan, Bypass Padang. Setelah selesai, akan dibersihkan kembali dan dipasang material terbaik yang perencanannya telah disiapkan rekanan. (pry)





