AGAM,METRO–Seorang pria yang sehari-hari bekerja sopir angkutan kota (angkot) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa bersimbah darah di dalam rumah kontrakannya Kampung Obay, Nagari Ladang Laweh, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Sabtu (16/10) sekitar pukul 20.00 WIB.
Mirisnya, korban bernama Dayat Efendi (28) yang akrab disapa Jef ini, kondisinya sangat mengenaskan dalam rumah yang ditempati bersama istrinya. Perutnya terdapat luka menganga yang diduga disebabkan sayatan benda tajam dan bahkan ususnya terburai.
Namun, saat kejadian yang merenggut nyawa korban, menurut informasi yang beredar, istri korban sedang mandi. Dengan kondisi masih mengenakan handuk, istri korban yang melihat korban sudah terbujur kaku bersimbah darah, langsung histeris.
Sontak, mendengar teriakan itu, warga setempat pun langsung berdatangan ke lokasi dan menyaksikan korban dalam kondisi seperti itu. Lantaran diduga korban ini telah dibunuh, warga pun hanya berani melihat dan selanjutnya dilaporkan ke Polisi.
Tak lama berselang, Tim Identitifikasi Satreskrim Polres Bukittinggi bersama personel Polsek Banuhampu tiba di lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah itu, jasad korban dievakuasi ke Rumah Sakit Achmad Moeckhtar (RSAM) untuk divisum.
Kapolres Bukittinggi Akbp Dody Prawiranegara, melalui Kasat Reskrim AKP Allan Budi Kusumah membenarkan peristiwa tersebut. Dugaan sementara, korban tewas akibat terkena sayatan benda tajam pada perutnya dan hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelakunya.
“Kita sudah melakukan olah TKP mengumpulkan bukti-bukti dan masih terus memintai keterangan saksi-saksi terkait kasus ini. Selain itu, demi kepentingan penyelidikan, rumah kontrakan yang ditempati korban sudah dipasang garis polisi,” ungkap AKP Allan Budi Kusumah, Minggu (17/10).
Dijelaskan AKP Allan, korban bekerja sebagai sopir angkutan desa dan mengontrak di rumah yang belum genap satu bulan ditempatinya bersama istrinya. Sementara itu, korban ditemukan dalam kondisi tewas bersimbah darah, pertama kali oleh istrinya yang baru saja selesai mandi.
“Penemuan korban berawal dari ada warga yang mendengar teriakan dari rumah kontrakan korban. Warga kemudian mendatangi rumah tersebut dan melihat seorang pria terluka di dalam kontrakan itu kemudian melapor ke polisi. Sejauh ini belum diketahui penyebab korban terluka,” ungkap AKP Allan.
Menurut AKP Allan, setelah dilakukan identifikasi lokasi jenazah korban langsung dibawa ke RSAM Bukittinggi, sambil menunggu keluarga korban menjemputnya. Dari hasil olah TKP awal, memang ditemukan luka menganga pada perut korban dan usus terburai.
“Kita juga terus mendalami motif serta indentitas pelaku penganiayaan. Kasus ini ditangani Polsek Banuhampu maupun Satreskrim Polres Bukittinggi. Saksi yang diperiksa termasuk istri korban saat kejadian berada di rumah kontrakan tersebut,” ujar AKP Allan. (pry)






