METRO PADANG

PPP Kota Padang Muscab Pilih Tim Formatur, Esa: Pilkada 2024, PPP Usung Calon Sendiri

1
×

PPP Kota Padang Muscab Pilih Tim Formatur, Esa: Pilkada 2024, PPP Usung Calon Sendiri

Sebarkan artikel ini
PEMBUKAAN MUSCAB— PPP Kota Padang menggelar Muscab ke-1X, Rabu (13/10) yang ditandai dengan pemukulan gong. Muscab tidak memilih ketua DPC, melainkan untuk memilih tim formatur yang berjumlah 5 orang.

BD. KANDUANG, METRO–Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Padang menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IX, Rabu (13/01). Muscab PPP Kota Padang tersebut tidak memilih ketua DPC melainkan formatur yang berjumlah lima orang.

Ketua DPC PPP Kota Padang, Maidestal Hari Mahesa mengatakan, kon­sep muscab kali ini memilih formatur terlebih dahulu. Formatur tersebut ber­jumlah lima orang yang terdiri satu dari DPP, DPW, DPC dan dua dari PAC.

Dari perundingan for­matur yang ditetapkan melalui muscab muncul tiga calon yang akan men­jadi Ketua DPC PPP Kota Padang, tiga nama tersebut adalah, Erwin, Haris Mardison dan Esa. 

Baca Juga  Widya Navies – Zul Effendi Pimpin PWI Sumbar ke Kongres Persatuan PWI

“Nantinya, formatur yang sudah dibentuk akan diberikan waktu selama 20 hari pasca Muscab untuk menyusun kepengurusan, mulai dari ketua sampai seterusnya,” ujarnya.

Ia menyampaikan target PPP Kota Padang kede­pannya dengan format struktur kepengurusan ba­ru. “Insya Allah Pilkada 2024 nanti, kita akan me­ngusung calon sendiri. Itu benar-benar kita upayakan bagaimana muncul dari kader PPP untuk maju men­jadi Pimpinan Dewan dan Kepala Daerah. Sama dengan mengulang sukses di Pilgub bisa menem­pat­kan kader menjadi Wakil Gubernur Sumatera Ba­rat,” ung­kap­nya.

Baca Juga  Curah Hujan Rendah, Lantai Intake Latung Dicor, Waspada, Air PDAM bisa Mati Total

Sementara itu salah satu pengurus DPP PPP Hilman saat membuka Mus­cab mengatakan, PPP siap untuk bermitra dengan partai politik lainya, upaya itu merupakan langkah mengawal pembagunan daerah di Sumbar, dalam perjalanannya PPP telah melakukan Muktamar di Kota Makasar.

Dalam perjalanannya PPP sempat terbelah men­jadi dua bahkan pernah dicap partai penista aga­ma, namun dalam internal seluruh pengurus selalu iktiar mengembalikan ke­jayaan PPP. ”Meski saat ini banyak ranting yang hi­lang,  namun penguatan harus tetap dilaksanakan,” paparnya. (ade)